Berita  

Pasar Senggol di Sukamakmur Tutup Jalan Umum, Warga Terpaksa Lewat Perkebenun

Ketua GPM Gorontalo, Ilham Pakaya (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Kebijakan penutupan jalan utama di Desa Sukamakmur demi pelaksanaan Pasar Senggol memicu kemarahan warga. Warga kini terpaksa melewati jalan perkebunan tebu yang rusak dan tidak layak, menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat. Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Gorontalo, Ilham Pakaya dengan tegas menuntut Dinas Perhubungan dan Satlantas Kabupaten Gorontalo untuk segera mengevaluasi izin yang telah dikeluarkan terkait kebijakan ini.

Menurut Ilham, meskipun pasar senggol memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, menutup akses utama tanpa menyediakan jalur alternatif yang layak adalah bentuk kelalaian serius dari pemerintah.

“Ini bukan hanya soal pasar rakyat, ini menyangkut hak dasar masyarakat atas akses jalan yang aman! Bagaimana dengan warga yang harus beraktivitas setiap hari? Bagaimana jika ada pasien yang harus segera dibawa ke rumah sakit? Apakah mereka harus melewati lahan perkebunan tebu yang rusak dan berlubang? Ini keputusan yang membahayakan!” tegasnya.

Lebih lanjut, Ilham menyoroti peran Dinas Perhubungan dan Satlantas Kabupaten Gorontalo yang dinilai tidak tegas dalam menangani persoalan ini. Ia mempertanyakan bagaimana izin bisa diberikan tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang luas.

“Seharusnya mereka memastikan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, bukan malah memberi izin yang justru merugikan rakyat! Jika izin ini dikeluarkan tanpa kajian yang matang, maka harus dievaluasi ulang! Jangan sampai kepentingan segelintir orang lebih diutamakan daripada hak publik!” ujarnya dengan nada geram.

Ilham juga mengancam bahwa jika pemerintah tidak segera bertindak, GPM Gorontalo bersama masyarakat siap menggelar aksi besar-besaran untuk menolak kebijakan ini.

“Kami tidak akan diam! Jika pemerintah terus membiarkan ini tanpa solusi yang jelas, maka rakyat yang akan bergerak. Jangan biarkan ketidakadilan ini berlarut-larut!” pungkasnya.