Rekam Fakta, Gorontalo — Persiapan penyerapan jagung di Gorontalo pada 2027 mulai dilakukan. Ketua Asosiasi Pedagang Jagung Indonesia (Pejagindo) Gorontalo, Jasin Mohamad, bersama PT BGR Logistik Indonesia dan Perum Bulog Gorontalo meninjau langsung Gudang Jagung milik Polda Gorontalo di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (24/9/2026).
Jasin Mohamad hadir bersama perwakilan PT BGR Logistik Indonesia, Bagus Wicaksono, serta Pimpinan Cabang Bulog Gorontalo yang diwakili Defri Madja. Rombongan disambut Kepala Bagian Fasilitas dan Konstruksi Biro Logistik Polda Gorontalo, Yoyok Hermanto.
Direktur PT Gorontalo Pangan Sejahtera itu mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama BGR dan Bulog terkait kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung penyerapan jagung pada 2027.
“Sebagai mitra Bulog, Pejagindo berinisiatif untuk sama-sama melihat langsung kesiapan Gudang Polda Gorontalo,” ujar Jasin saat ditemui di lokasi.
Menurut Jasin, kebutuhan fasilitas gudang menjadi penting karena produksi jagung Gorontalo berpotensi meningkat pada musim panen 2027.
Ia menyebut, Dinas Pertanian Gorontalo sebelumnya menyampaikan bahwa benih jagung telah disalurkan untuk lahan sekitar 46.500 hektare pada musim tanam tahun ini.
Dengan asumsi produktivitas rata-rata mencapai 5 ton per hektare, produksi jagung yang dipanen pada 2027 berpotensi mencapai sekitar 200 ribu ton.
“Kalau rata-rata 5 ton per hektare, insyaallah tahun depan ada sekitar kurang lebih 200 ribu ton yang akan dipanen petani dan ditampung pedagang,” kata Jasin.
Jasin menegaskan, pedagang jagung yang menjadi mitra Bulog akan mengikuti spesifikasi yang ditetapkan dalam proses pembelian maupun penyimpanan.
Jika Gudang Polda Gorontalo nantinya mendapat prioritas untuk digunakan pada musim panen, Pejagindo menyatakan siap mendukung.
“Kami siap. Namun tetap harus memastikan kesiapan gudang baru ini. Intinya kami siap berkolaborasi,” ujarnya.
Jasin juga berharap harga jagung pada awal musim panen 2027, yang diperkirakan berlangsung sekitar Maret hingga April, dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
Selain itu, ia berharap terdapat penyesuaian biaya penyimpanan jagung seiring meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas penyimpanan.
Sementara itu, Asisten Manager Bulog, Defri Madja, menjelaskan sejumlah persyaratan jagung yang akan diserap Bulog.
Menurutnya, salah satu standar yang diperhatikan adalah kadar air jagung maksimal 14 persen dan aflatoxin maksimal 50 ppb. Bulog juga menetapkan standar kualitas lainnya sebelum jagung disimpan sebagai stok.
“Standarnya kadar air 14 persen dan aflatoxin tidak lebih 50 ppb serta standar kualitas lainnya yang harus dipenuhi untuk kita simpan sebagai buffer stock,” jelas Defri.
Dari pihak PT BGR Logistik Indonesia, Bagus Wicaksono menilai kondisi Gudang Polda Gorontalo secara umum sudah cukup baik.
Namun, masih terdapat sejumlah bagian yang perlu dibenahi sebelum gudang digunakan untuk mendukung penyerapan jagung pada 2027.
“Salah satunya akses masuk ke area gudang yang masih perlu diperbaiki,” kata Bagus.
Kepala Bagian Fasilitas dan Konstruksi Biro Logistik Polda Gorontalo, Yoyok Hermanto, menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia mengatakan, Polda Gorontalo akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola gudang, termasuk PT BGR Logistik Indonesia, untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola, dalam hal ini PT BGR Logistik Indonesia. Apa saja yang menjadi kekurangan akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ujar Yoyok.
Menurut Yoyok, masih tersedia waktu sekitar enam bulan untuk melakukan pembenahan fasilitas sebelum memasuki musim panen jagung 2027.
“Dengan waktu yang kurang lebih enam bulan ini, kami akan mencoba memperbaiki agar nanti pada bulan Maret atau April tahun 2027 fasilitas sudah tersedia,” katanya.


















