‎

Penyebaran Covid-19 Tak Lepas Dari Kesadaran Pemuda

Fr
Pemuda Desa Bongo Batudaa Pantai saat melakukan kegiatan (Foto Putri)
banner 120x600
‎

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Terkait Meluasnya penyebaran covid 19/ Corona membangkitkan rasa kepedulian Putri Arbie terhadap pencegahan virus Corona yang akan dilakukan didesanya sendiri yakni Desa Bongo, kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. dimana kegiatan yang dilakukan pertama yakni pembuatan tempat cuci tangan dari galon air yang akan diletakkan diberbagai dusun.

Adapun yang ikut serta melakukan rencana terkait kegiatan tersebut dihari pertama yakni pemuda yang sering di kenal “Hidung sumbat”.

Setelah berbincang soal pembuatan kegiatan tersebut, Putri mengajak pemuda pemuda Desa Bongo lainnya untuk membantu pencegahan virus di desa mereka yakni Yogi Pratama ma’ruf, mutiya uliyasi,Siti Khofifah Gani, nur fitriyanti alim, agung Gani, rival rahim, Aldy Yunus, Khairul arbie, Endy Yusuf, Aldi giasi, yoga Maruf, Saputra Katili dan teman2 hidung sumbat lainnya.

BERITA POPULER

WhatsApp Image 2020 04 09 At 23.41.29
Hari Pertama (Foto Putri)

Selain pembuatan tempat cuci tangan, kami juga berinisiatif membuat masker untuk dibagikan secara gratis. Dimana masker yang kami buat hasil dari talangan kami semua yang bermodal kan 100rb. Untuk pembuatan masker Alhamdulillah kami dibantu oleh masyarakat desa bongo yakni ibu sulastri Parman, beliau membantu kami dalam menjahit masker yang Alhamdulillah berjumlah 70masker. Setelah masker dan tempat cuci tangan sudah tersedia.

Rabu 1 April, pukul 16.00 kami melakukan aksi di desa bongo dimana yang melaksanakan adalah Pemuda desa bongo yang memiliki rasa kepedulian besar.

saat itu hujan turun semua alat untuk melakukan aksi terkait bagaimana cara pencegahan virus Corona sudah siap 100% tetapi hal ini tidak mengurangi rasa kepedulian kami. Kami tetap melaksanakan aksi tersebut walaupun hujan begitu deras. Semua yang ikut dalam kegiatan tersebut basah. bahkan selebaran yang kami buat terkait penyampaian penyampaian pencegahan virus corona juga basah. namun semangat kami tetap terus ada. Kegiatan pun berjalan. hujan, dingin, tanpa minuman, kami tetap melakukan aksi terkait penyampaian Virus Corona yang merupakan pandemi global.

WhatsApp Image 2020 04 09 At 23.41.38
Hari kedua (Foto Putri)

Sembari melakukan aksi kami membagikan masker dan meletakkan tempat cuci tangan yang kami sediakan dari galon air bahkan dari bekas tempat cat dinding yang besar. Pukul 18.00 semua kegiatan selesai, semua pulang dengan keadaan dingin, basah, breaving pun kami lakukan melalui WHATSAPP GRUP.

Setelah itu kami menyampaikan kegiatan kami di salah satu portal yakni Portal Desa Bongo. Alhamdulillah kami di dukung dan di apresiasi bahkan dari postingan tersebut kami mendapatkan bantuan berupa kain, uang, dan tenaga untuk membantu mempercepat pembuatan masker yakni tukang jahit yang sering kami sapa ta Dena, Tante iyam, Tante Ani, Tante tisni, ka Ferti.

Keesokan harinya kami membeli kain sekitar 6 meter, dan alat2 pembuatan masker lainnya berupa karet dan lain hal. Kami menggunakan dana yang diberikan oleh masyarakat dan aparat desa untuk penambahan pembuatan masker.

Dan Alhamdulillah dari aksi kemarin menimbulkan rasa kepedulian pemuda pemuda lainnya yang belum sama2 ikut serta dalam kegiatan yang kami selalu sebut pemuda peduli. Yang dimana kami tertambah anggota yakni saudara Nurlia Herman, Megawati Karim, Riski Tantu, Rina mahabu, ananda nihe yang mau ikut serta bersama kami.

Sabtu 4 April kami semua sama2 membantu tukang jahit dalam pembuatan masker yang dimana tadinya hanya ibu sulastri Parman membantu, Alhamdulillah sudah ada tante tisni, Tante iyam, Tante Ani, ta Ferti, ta dena yang membantu dalam pembuatan masker dengan ikhlas tanpa bayaran. Bahkan karena kekurangan dana kami pun untuk membeli minuman kepada mereka tida punya. tapi hal itu tidak menjadi alasan untuk mereka tidak mau membantu kami, mereka tetap semangat dan mendukung kami dalam pencegahan virus Corona didesa kami bersama yaitu Desa Bongo. (Informan/Putri/Red/RF)