Radang paru-paru Bocah 6 Tahun Meregang Nyawa di Duga Terinfeksi Bakteri Kandang Ayam

banner 120x600

Rekam Fakta, Minahasa – Membuka usaha peternakan memang bisa memberikan keuntungan finansial yang cukup signifikan. Apalagi sekarang ini bisnis restoran ayam atau bebek semakin meningkat. Namun, para pemilik unggas harus sadar bahwa ayam dan unggas lainnya yang diternakkan dapat membawa kuman yang bisa menjadi penyakit. Bila tidak dirawat dengan baik.

Melansir Kompas.com, para pakar penyakit menular di Australia mengungkapkan, hobi memelihara hewan ternak di sekitar rumah atau yang kandangnya berdekatan dengan rumah penduduk bisa memicu penyebaran wabah penyakit, apalagi sudah dalam skala besar seperti peternakan

Direktur penelitian lembaga studi CSIRO di Australia, Paul De Barro, mengatakan bahwa wabah penyakit yang dibawa ayam, babi atau kambing berisiko tinggi mengancam jiwa manusia.

Ya kandang ayam bisa menjadi sumber penyakit yang bisa membahayakan kesehatan pemilik rumah hingga tetangga.

Seperti kejadian yang menimpa keluarga Karundeng -Lumonder warga desa sea jaga 7 kecamatan Pineleng kabupaten Minahasa

Putra bungsu dari 3 bersaudara keluarga Karundeng- Lumonder yang berumur 6 tahun ‘Juanetan Kellen Karundeng’ harus meregang nyawa setelah sempat di rawat di RS Bhayangkara dan di rujuk ke RS Prof kandouw Malalayang, Selasa 29-5-2023.

Sebelum nya, anak tersebut sudah sering mengalami sesak napas, di duga karena lingkungan yang sudah tidak bersih karena tepat bersebelahan jalan dengan rumah keluarga tersebut kurang lebih 20m terdapat kandang ayam yang lumayan luas.

Dalam perbincangan dgn LPK-RI Lembaga Perlindungan Konsumen RI, Kamis 30-5-2023 ayah korban Morten Karundeng mengatakan hasil diagnosa dokter RS menyatakan anak mereka mengalami radang paru-paru di sebabkan bakteri dan hampir naik ke otak.

Morten juga menambahkan bahwa lingkungan tempat mereka tinggal baik di luar maupun dalam rumah bau kandang ayam sangat tercium dan menyengat.

Dan ketika tim media mendatangi kediaman pak Morten, dari jarak kira-kira 50m bau kandang ayam sudah bisa tercium di hidung kami dan sangat menyengat.

Morten Sangat menyayangkan kejadian yang merenggut nyawa putra bungsunya ini.

Dan menurut Morten yang adalah juga aparat desa sea, dia mengatakan bahwa perihal kandang ayam yang dekat rumah mereka ini sudah pernah di adukan ke beberapa pihak di antaranya hukumtua desa Sea, Dinas Lingkungan hidup tapi tidak ada hasil.

“Kami hanya meminta tolong kandang ayam di pindahkan ke tempat yang jauh dari rumah warga” ucap Morten

Di tambahkan lagi “Bahkan sempat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memediasi antara kami dengan ko Charles pemilik usaha kandang ayam, tapi BPD pun terkesan seakan memihak pengusaha. Kami masyarakat miskin tidak punya kekuatan melawan”. Tutur Morten

Saat ini di dampingi LPK-RI Morten akan membawa kasus ini ke APH untuk meminta keadilan atas kejadian yang menimpa anaknya.

MT/RF