Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) kembali heboh ketika didatangi Istri siri dari Bupati Kabgor, Ifana Abdulrahman, Selasa (28/02/2023).
Melalui pengacaranya, Ifana menerangkan bahwa maksud kedatangannya ke DPRD Kabgor adalah mempertanyakan kembali aduan yang pada beberapa bulan lalu dilaporkan. Menurutnya, DPRD terkesan tidak mau menindaklanjuti padahal dia juga masih menjadi bagian dari Masyarakat di Kabupaten Gorontalo.
“Masih terkait dengan aduan yang 7 bulan lalu dilaporkan, tindak lanjutnya. Karena kalau melihat perbandingan penanganan laporan masyarakat di DPRD, seperti contoh laporan serupa mengenai salah satu kades yang sudah di hearing oleh DPRD, baru beberapa hari diadukan, sekarang perkara itu sudah dihearing. Jadi Ibu Ifana mempertanyakan laporannya,” Bilang Agustina Bilondatu, melalui selulernya, Selasa malam (28/2/2023).
Agustina menambahkan bahwa dari Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo hingga saat ini masih konsisten, terkait aduan Ifana tersebut. Hanya saja kata Agustina, pihak DPRD Kabupaten Gorontalo masih meminta waktu untuk menindaklanjuti aduan dari kliennya itu. .
” Jadi, bahkan tadi itu, kalau dari sisi DPRD melalui pak Eman Mangopa sudah menyampaikan bahwa mereka tetap konsisten. 3 Fraksi yang menandatangani pengusulan Pansus, cuma beliau minta waktu segera mem pressure masalah ini karena sudah ada itikad dari pelapor untuk mempertanyakan tindak lanjut dari DPRD. Pak Iskandar juga demikian, mereka akan segera melaporkan hal tersebut kepada Pimpinan DPRD,” Kata Agustina.
” Jadi point intinya, maksud kedatangan klien saya di DPRD adalah untuk meminta DPRD segera menindaklanjuti aduannya. karena ruang untuk mediasi atau penyelesaian masalah melalui cara kekeluargaan sudah deadlok, jadi tidak adalagi peluang. Sebab Ibu Ifana sudah mengikuti kemauan dari Bupati Nelson Pomalingo untuk menyelsaikan masalah tanpa melibatkan DPRD dan Penasehat Hukum. Dia (Ifana,red) sudah mengikuti dengan cara NP tapi tetap tidak ada hasilnya,” Sambung Ifana.
Dilansir dari media Butota.id bahwa, dalam Video pertemuan Ifana dengan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Ketua Fraksi PKS Eman Mangopa menyampaikan bahwa pihaknya meminta target penyelesaian dari madu Fory Nawai tersebut. Pihaknya justru meminta Ifana, untuk melakukan komunikasi dengan fraksi-fraksi lain di lembaga tersebut.
” Kami akan segera melaporkan hal ini ke pimpinan, maka ibu harus ada ketetapan waktu begitu, harus ibu menargetkan di DPRD itu sampai kapan. Jangan lama-lama lagi kayak kemarin, kalau ibu berkehendak ada rencana lain begitu, tetapkan saja waktunya. Di DPRD itu saya kasih waktu 2 bulan ibu bisa melakukan komunikasi dengan fraksi lain,” Kata Eman Mangopa.
Sementara itu, melalui Media Butota juga, Ifana Abdulrahman menegaskan, isu yang beredar tentang tuntutan kompensasi atas kondisinya bersama Bupati Nelson, mengatakan bahwa yang menawarkan kompensasi adalah pihak Nelson melalui pengacaranya. Ifana menyebut, pembicaraan menganai kompensasi itu terjadi antara pengacara NP dengan pengacaranya.
” Memang ada kompensasi dan saya datang kesini itu tidak ada kompensasi material ataupun dalam bentuk barang atau uang, itu bisa dibuka jejak digital saya pertama kali datang kesini (DPRD,red) dan ibu pengacara saya juga tahu, itu tidak ada sama sekali saya menuntut seperti itu. Masalah komitmen kompensasi, itu beliau (Nelson Pomalingo,red) sampaikan ditanggal 30 Agustus 2022 dirumah saya, dan itu dihadiri oleh pengacara masing-masing. Beliau datang ke rumah saya disaksikan oleh pak Ketua DPRD, nah waktu itu saya ditanya oleh pengacara beliau. Saya ditanya, Ibu minta apa,” Kata Ifana.
” Saya korbankan diri saya di tahun 2018, saya dihujat oleh semua orang sudah jadi korban dan saya mengalami luka fisik yang luar biasa saya bersabar (Selama,red) 4 tahun dari 2018 saya bersabar. Hari ini ada yang hujat, saya persilahkan saja karena saya tidak butuh pembenaran apapun, yang jelasnya bukti-bukti ada sama saya dan kenyataannya sampai hari ini saya masih melayani beliau, saya tidak tau kalau saya terlalu baik atau saya terlalu bodoh,” Tutup Ifana dihadapan Iskandar Mangopa, Eman Mngopa, Suwandi Musa, Saripa Pangalila dan Yusri Salam.
Rachmad/RF

























