Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Pentingnya keberpihakan Pemerintah Daerah kepada Kontraktor Lokal dengan salah satu caranya yaitu memberikan kesempatan dan pengalaman agar Kontraktor Lokal memiliki daya saing dan semakin Profesional di bidangnya dan efeknya juga akan terasa pada meningkatnya perputaran ekonomi di daerah itu sendiri.
Kepala Biro Pengadaan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, ST., MT saat diwawancarai menyatakan bahwa sistim pengadaan barang dan jasa sudah membuka peluang untuk semua pihak, siapa saja dipersilahkan masuk ke dalam portal dan masuk untuk melakukan penawaran, nanti ada Pokjanya dan Pokja itulah yang melakukan evaluasi dan tidak serta merta walaupun salah satu perusahaan sudah berulang kali menang, belum tentu akan dapat lagi karena akan di evaluasi sesuai dengan spec atau persyaratan yang diberikan oleh OPD yang mengusulkan dalam hal ini Dinas terkait.
“Perusahaan Lokal itu ada point tersendiri, kalau memang masih mampu dilaksanakan oleh Perusahaan Lokal dan kualifikasi Perusahaan Lokal itu lebih bagus dari Perusahaan Luar, kenapa kita harus menangkan yang luar, sementara yang lokal lebih bagus, karena memang ada kualifikasinya, misalnya SBU-nya, kemampuan keuangannya, peralatannya, pengalamannya dll, jadi dilihat disitu semua, jadi bukan saja tergantung dari Lokal atau tidak, tetapi bagaimana pengalamannya, tenaga ahli, kualifikasi, dan kemampuan keuangannya, apakah dia bisa mengerjakan atau tidak, Jangan sampai kita memilih perusahaan yang tidak tepat, memilih perusahaan yang tidak mampu berkerja, pengalaman dan dokumen penawaran juga sangat penting,” tegas Sultan.

JadI menurut Sultan, pihaknya bekerja sesuai standar, ada norma-norma standar yang diikuti, sehingga mudah-mudahan mereka juga dalam menilai secara objektif sesuai dengan nilainya.
“Harapan saya untuk Kontraktor/perusahaan Lokal, agar bisa lengkapi semua persyaratan dokumen yang diminta sesuai kuakifikasi/spekteknis yg diminta dan kalau bisa memang benar-benar memilih perusahaan yang kualifikasinya bagus dan memenuhi syarat sesuai dengan spek yang diminta oleh dinas terkait,” ujar Mantan Kabid Tata Ruang PUPR Provinsi Gorontalo ini.
“Biro Pengadaan sendiri memang kita sudah bekerja sesuai SOP, sesuai prosedur, jadi tidak ada unsur kami melihat siapa saja, siapa yang membawa dan sebagainya, kami tidak tahu dan tidak mahu tahu, sehingga Pokja bekerja sesuai dengan kondisi dan evaluasi yang mereka lakukan,” sambungnya lagi.
Sultan Kalupe menambahkan bahwa sampai dengan bulan Maret ini, pihaknya melihat sudah ada sekitar 27 paket kegiatan yang terkontrak,
“Saya berharap minggu depan atau dalam minggu ini akan tayang ulang, hal ini bisa diperhatikan lagi lebih teliti untuk para calon peserta tender untuk kapal itu, karena paket ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, Paket Non Fisik yang sudah mulai yaitu Jasa Kebersihan, Jasa Keamanan, Rehab dan lain-lain dan kalau yang Fisik di Dinas PUPR mungkin hari ini tanda tangan kontrak,” ucap Sultan.
“Sebenarnya sampai bulan Maret ini masih banyak paket yang belum kontrak, karena kita masih menunggu dari OPD, karena semua dari OPD yang mengusulkan baru kita tender, sampai bulan maret ini sudah banyak juga yang masuk dari OPD tapi masih review, kan belum bisa di tayang kalau belum review, dokumennya di review dulu kalau sudah Fix, baru bisa di tayang, belum tahu mana yang sudah siap dan mana yang belum siap, kan mereka masih survey harga, survey lokasinya dan lain-lain, nanti sudah Fix lalu di review oleh Pokja, kemudian di kembalikan lagi ke OPD, baru sudah Fix, jadi semua masih proses,” tutup Sultan Kalupe, ST., MT.
Jumlah Paket PBJ-P berdasarkan jenis pengadaan :
- Tender Selesai Sebanyak 27 Paket Dengan Total Anggaran 38 Milyar Lebih
- Tayang di LPSE Sebanyak 48 Paket Dengan Total Anggaran 69 Milyar Lebih
- Review Pokja Sebanyak 22 Paket Dengan Total Anggaran 22 Milyar Lebih.
(0N4L/RF)




























