Rekamfakta.com, Maluku Ambon – Sejumlah Mahasiswa asal Namrole Kabupaten Buru Selatan kini merasa terdesak dan terjebak dalam kebingungan ditengah wabah covid19 yang kian terasa menderas dampaknya di Kota Ambon. tak hanya itu mereka pun saat ini sementara mengalami kesulitan hidup dan berusaha mencari-cari bantuan.
Salah satu aktivis mahasiswa Kota Ambon asal Namrole Kabupaten Buru Selatan, Narges Wamese saat dijumpai di kediamannya di kecamatan Nusaniwe Kota Ambon melalui wawancaranya kepada awak Media Rekamfakta.com meminta dengan serius kepada Bupati Bursel untuk segera memperhatikan nasib para Mahasiswanya yang sementara study di kota Ambon. 16/05/2020
Wamese yang juga Mewakili aspirasi dari teman-temannya para Mahasiswa asal Namrole itu mengatakan, perlunya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan segera memperhatikan kondisi Mahasiswanya dengan serius, karena dampak ekonomi yang kian memburuk ditengah wabahnya virus corona di kota ambon.
Pasalnya, mereka para mahasiswa itu juga adalah aset daerah dari kabupaten Buru Selatan yang perlu di perhatikan kehidupannya.
“Kami sejujurnya sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, dimana kami adalah aset hidup Kabupaten Buru Selatan yang sedang menuntut ilmu di Kota Ambon. kami otomatis sekarang ini sudah tentu tidak bisa kembali lagi ke dareah atau kampung halaman kami masing-masing karena sudah ditetapkannya PSBB. sehingga, akses laut maupun udara sudah di tutup dan kami merasa terjebak disini, di tambah lagi persediaan stok makanan dan uang untuk kami bertahan hidup mulai menipis dan bahkan sebagian teman-teman mahasiswa sudah tidak punya apa-apa lagi. Kami juga tidak bisa terus menerus berharap kepada orang tua kami di kampung, karena situasi sekarang pastinya orang tua kami juga pun mengikuti instruksi pemerintah yaitu Sosial Distancing. Dan jujur, kondisi pendapatan orang tua kami kian menurun drastis” tutur Wamese
Dirinya menambahkan “Mengingat kondisi pandemi covid sekarang ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat secara menyeluruh yang kemudian menjadi mimpi buruk bagi kami para mahasiswa dari akibat dampak covid-19 tersebut”
Masih kata Wamese, “Hal serupa juga pasti di rasakan seluruh komponen masyarat maluku saat ini dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa masyarakat Buru Selatan pun demikian merasakan hal yang sama, dimana segala kebutuhan dan pendapatan bulanan lewat hasil produk bahan pangan yang dipasarkan mengalami disinflasi besar-besaran, Maka secara otomatis stabilitas pendapatan masyarakat semakin menurun dan sangat berbahaya jika tidak ada solusi penyelesaiannya” Bebernya
Lalu, bagimana dengan nasib mereka para mahasiswa yang sementara hidup dan study di Kota Ambon yang dalam hal ini mereka juga adalah bagian dari masyarakat Buru Selatan yang hingga kini masih berdiam diri tak berdaya?
Sejatinya, hal demikian sudah merupakan tanggung jawab penuh Pemerintah Buru Selatan. Pemerintah perlu menyadari bahwa jumlah Mahasiswa yang di sekolahkan atau dikuliahkan di luar daerah sedang mengalami kesulitan akibat kebutuhan hidup yang tidak dapat terpenuhi secara baik di tempat tinggal mereka masing-masing.
Terakhir Narges berharap melalui media ini, Pemerintah segera mengulurkan tangan kepada para Para Mahasiswa.
“Kami juga berharap dalam kesempatan aspirasi melalui media ini, sekiranya pemerintah bisa mendengar rintihan kami dan bisa memberi uluran tangan atau sentuhan bantuan dari bapak dan ibu. Agar kami anak-anak rantau Di Ambon ini, bisa diberi bantuan untuk melewati masa sulit ini dalam kondisi mempertahankan hidup kami ditengah bahayanya Pandemi Covid -19 yang mematikan. tutupnya (RYW/RED/RF)


























