Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Menanggapi berita kemarin tentang statement Romatun Alamri yang dimuat oleh salah satu Media Online di Gorontalo, Hais Karel Nusi sangat bersyukur ada yang merasa bahagia dirinya pindah di Nasdem, karena baru sehari Hais Nusi dipakaikan kemeja NasDem, tapi sudah ada orang lain yang merasa berbahagia, karena dalam agama ketika kita memulai sesuatu dan sudah diawali dengan kebahagiaan orang lain, maka itu itu pertanda baik.
“Persoalan saya di Partai terdahulu ini, jelas yang namanya Romatun Alamri ini tidak tahu menahu, karena 35 tahun saya di Partai terdahulu tidak pernah mendengar nama Romatun Alamri ini, tapi saya mendengar informasi, Romatun ini merupakan orang dekat dengan Petinggi yang ada di Gorontalo Utara dan Petinggi ini saya kenal Ahli Pakai Handbody,” ujar Hais dengan gelak tawa yang membahana.
Jadi menurut Hais Nusi ini sangat lucu, orang yang cuma biasa dengan memakai Handbody lalu kemudian mau sok jago berbicara politik.
“Memang benar saya kemarin tersandung Narkoba, oleh karena itu saya pindah ke partai NasDem, karena di Partai saya kemarin masih banyak yang pemakai Narkoba, bukti bahwa Romatun ini orang baru, karena dia tidak tahu, masih banyak disitu, atau dia pura-pura tidak tahu, cuma ada yang sudah tertangkap dan ada yang belum tertangkap,” kata Mantan Aleg DPRD Kota Gorontalo ini.
“Jadi itu yang perlu saya sampaikan kepada Romatun Alamri bahwa saya pindah ke Partai NasDem untuk menghindari supaya tidak terpengaruh lagi dengan Narkoba kalau masih bergabung dengan Partai saya terdahulu, saya sebenarnya malas menjawab ini, karena jangan sampai momentum perpindahan saya di Partai NasDem adalah untuk mengalihkan isu persoalan kasus Korupsi Mega Proyek GORR,” ketus Hais.
“Kalau dibandingkan Narkoba dengan Korupsi, malahan Korupsi yang lebih berbahaya, karena merugikan uang rakyat, kalau Narkoba yang rugi diri sendiri, tapi Alhamdulillah dengan kejadian kemarin itu, saya sudah jauh dari pergaulan Narkoba, oleh sebab itu saya pindah, kalau saya masih di Partai saya terdahulu, pasti saya masih bergaul dengan orang-orang yang memakai Narkoba,” sambungnya lagi.
Hais Nusi menambahkan bahwa bukti lain kalau Romatun ini orang baru di Partai yang dia tinggalkan tersebut, dia sudah lupa, bahwa kemarin ada juga Aleg Boalemo yang tertangkap di Jakarta dan ada juga mantan Ketua DPRD Kabgor yang tertangkap bahkan sampai 3 kali.
“Saya perlu garis bawahi disini, Partai yang saya tinggalkan tidak perlu kebakaran jenggot dengan kepindahan saya di Partai Nasdem, 35 tahun saya di Partai saya terdahulu, baru kali ini saya pindah Partai, ini berarti saya sudah pikirkan matang-matang terhadap kepindahan saya di Partai yang baru ini,” beber Hais.
“Persoalan Narkoba, silahkan urus saja para pemakai Narkoba yang ada di Partai Anda, tidak usah urus orang yang sudah tidak disitu, banyak teman-teman yang meminta saya agar masalah ini di proses hukum, tapi saya merasa bahwa ini tidak perlu saya bawa di ranah hukum,” sungut Hais Nusi.
Menurut Hais, Romatun bukan orang politik, dia hanya digunakan oleh Petinggi politik di Gorut untuk bicara kiri kanan, dan orang yang dekat dengan Romatun ini semua orang tahu pengusaha Handbody, dan kasus Handbody itu masih sangat membekas dan belum dilupakan oleh masyarakat Provinsi Gorontalo.
“Jadi Narkoba dengan Narkodo, malahan Narkodo yang lebih tidak bermoral, apalagi mengganggu istri orang lain, yang seharusnya menjawab hal ini adalah Rusli Habibie, Tonny Junus dan Ishak Liputo, apakah benar atau tidak, pertemuan itu digelar di Rumah Dinas Gubernur, mereka yang harus menjawab, bukan Romatun Alamri, karena ini bukan masalah Handbody, jadi Romatun tidak perlu cari muka,” tandas Macan Parlemen ini.
“Harapan saya dihajatan Pilkada dan Pileg nanti Tahun 2024, semua Calon yang diusung agar diperiksa kesehatannya dengan sangat teliti, jangan cuma Tes Urine tetapi juga harus Tes Rambut, karena saya yang paling tahu, banyak kader dari Partai saya terdahulu yang sampai sekarang masih menjadi pemakai Narkoba,” harap Hais Nusi.
“Saya menceritakan peristiwa ini bukan bermaksud untuk mengungkit persoalan masa lalu di partai yang saya tinggalkan, akan tetapi momentum ini kesempatan saya untuk menjelaskan kepada Pak Marten Taha bahwa kemarin saya tidak mendukung beliau karena ada perintah lain Rusli Habibie, bukan inisiatif saya sendiri, supaya Clear. Karena sejak Pilwako lalu, saya belum sempat menjelaskan semua ini kepada Pak Marten Taha dan pendukungnya,” tutup Hais. (0N4L/RF)















