Terkait Kasus Cabul Ada Keterlibatan Oknum “POM”, Komandan Subdenpom Gorontalo Bantah Keterlibatan Anggotanya

Sd
Foto Ilustrasi
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Aksi nekat dilakukan ZI alias Gogo dengan mengaku Anggota Polisi Militer untuk mengelabui Polisi, saat menindaklanjuti rekomendasi Pemerintah Desa Tohupo Kecamatan Bongomeme atas perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Desa Terpilih NI alias Bolot, kepada gadis berumur 15 Tahun.

Gogo mengaku sebagai anggota POM demi memuluskan tugasnya untuk menakut-nakuti keluarga korban dan anggota Polisi dalam mengungkap kasus cabul tersebut. Hal ini terungkap saat pihak keluarga korban, melaporkan persoalan tersebut di Polres Gorontalo, Senin (3/5).

Kepada media butota, Hartono Puluhulawa menyebut bahwa pihaknya agak kesulitan untuk menemui korban karena diduga disembunyikan oleh ayah tiri korban. Selanjutnya, jika pihaknya ingin bertemu dengan korban, Gogo tampil untuk menghadang para pihak yang ingin menemui korban pencabulan tersebut.

” Pada pemeriksaan awal, ponakan kami sudah mengakui bahwa ada kejadian yang sengaja dilakukan oleh saudara Narwin. Bahkan korban sudah mengakui di Polsek bahwa dirinya sudah melakukan hal-hal yang seyogjanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Walaupun pada pengakuannya belum melakukan hubungan badan, namun dia (kades terpilih,red) maaf sudah menjilat-jilat, tidak tahu apa saja yang dijilat,” urai Tono.

“Keberadaan korban sekarang ini kami tidak tahu kami pun sampai saat ini bingung bagaimana menghadirkan korban. Kami sulit ketemu dia, sebab dia ada yang menghalangi dari pihak ketiga seperti ayah tirinya, satuan POM entah dia benar anggota satuan POM atau bagaimana, karena pada saat itu anggota Polisi terdiam dengan hadirnya anggota POM dan terakhir ada juga Anggota Dewan,” tambahnya

Hartono Puluhulawa yang diketahui sebagai paman korban cabul itu juga mengaku pada saat keponakanya diperiksa oleh Polisi tiba-tiba hadir ditengah-tengah mereka yang mengaku sebagai anggota satuan Polisi Militer.

“Pada saat pengambilan BAP oleh penyidik di Polsek Bongomeme tiba-tiba ada pemuda yang mengaku dari satuan POM entah dia benar anggota satuan POM atau bagaimana, karena pada saat itu anggota Polisi terdiam dengan hadirnya anggota POM tersebut, setelah itu kami mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan hanyalah petugas kebersihan yang dipekerjakan di kantor Polisi Militer.” Ungkap Hartono.

Sementara itu Kapolsek Bongomeme melalui kanit reskrim ketika dihubungi melalui nomor ponsel +62812-4141-69** belum memberikan respon.

Terkait kasus ini, Komandan Subdenpom XIII/1-3 Gorontalo Kapten Cpm Sandy. Ismail. Y.L, membantah keterlibatan anggotanya pada perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Desa terpilih Desa Tohupo Kecamatan Bongomeme.

Kepada media, Kapten Cpm Sandy. Ismail. Y.L mengatakan bahwa pria yang mengaku anggota POM bernama Ziad Ismail alias Gogo itu bukanlah anggota POM. Kata Kapten Sandy, Gogo hanyalah cleaning service di Subdenpom Gorontalo.

“ Tidak benar, kami sudah menyelidiki bahwa yang bersangkutan bukan anggota POM. Yang bersangkutan hanya tukang sapu di Subdenpom Gorontalo. Itupun sudah kami pecat sejak Januari 2021 lalu,” Terang Kapten Cmp Sandy. Ismail. Y.L

Kapten Sandy berharap, kepada masyarakat agar jangan percaya ketika ada gerak gerik orang yang mengaku dan mengatas namakan sebagai Anggota POM dalam perkara yang bersentuhan dengan perkara.

” Kami menghimbau kepada masyarakat, agar melaporkan kepada kami jika masih ada pihak yang mengaku sebagai anggota kami, apalagi mengatasnamakan POM dalam perkara yang dihadapi masyarakat. Ini akan kami tindaki serius,” Tutup Kapten Cpm Sandy. Neff/RF


Jaringan : Forum Wartawan Kejaksaan Agung ( Forwaka ) Wilayah Gorontalo