Rekamfakta.com , Gorontalo – Masih dengan keterkaitan temuan limbah medis yang berserakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo belum lama ini, hingga mengundang reaksi dari Lembaga Swadaya Masyarakat, Jaman Kemandirian Nasional (LSM Jaman).
Sebelumnya, tim media ini bersama LSM Jaman, menemukan serakan limbah medis yang bercampur dengan sampah umum di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo, tepatnya di samping kamar jenazah.
Ketua Umum LSM Jaman Gorontalo, Frenkymax Kadir meminta agar pihak-pihak terkait untuk menseriusi persoalan tersebut. Karena menurutnya ada Upaya-upaya Rumah Sakit yang dengan secara sengaja melalaikan tanggung jawab dalam pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sering disebut dengan limba medis.
“Selain ancaman wabah Covid-19 yang belum usai, ditambah lagi dengan munculnya kasus limbah B3. Maka untuk menghindari opini negatif di masyarakat, kepada Rumah Sakit yang notabene memberikan pelayanan kesehatan jangan menambah ancaman bahaya terhadap masyarakat yang ada di ruang lingkup Rumah Sakit tersebut.” Ungkap Frenky, Kamis 12/5/2022
Ini yang jadi rancu kata Fenky, bagaimana pelayanan kesehatan namun disatu sisi malah membiarkan limbah berbahaya dan beracun justru menjadi ancaman baru bagi masyarakat.
Dirinya pun menambahkan bahwa hal semacam itu tidak hanya terjadi di RSUD Aloei Saboe. Instansi pelayanan kesehatan lain juga menjadi incaran Aparat Penegak Hukum (APH), apabila ditemukannya lalai dari segi pengelolaan limbah medis.
“ Sehingganya, kami (LSM Jaman) meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses hukum terhadap oknum-oknum yang sengaja melanggar Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) tentang limbah B3. Karena kami menduga hal ini tidak hanya terjadi di Rumah Sakit Aloei Saboe saja.” Terang Frenkymax Kadir.
Terakhir, Ketua LSM itu kembali menegaskan kepada Rumah Sakit Aloei Saboe dan fasilitas pelayanan kesehatan lainya agar lebih memperhatikan pengelolaan limbah medis yang dihasilkan.
Sementara itu, Pihak Rumah Sakit Aloe Saboe, Yulfan Anggowa menegaskan “ Besok kami akan cek langsung kesana, tapi kalau memang sengaja, itu sangat kami tidak harapkan,” beber Yulfan melalui pesan WA kepada tim media ini, paskah pemberitaan serakan limbah medis di RSAS

Lebih lanjut ia mempertegas pernyataanya ” Tapi kalau memang ada petugas pengangkut yang sengaja, kami akan meminta kepada pengelolah cs untuk memberhentikan petugas pengangkut jika dengan sengaja dia melakukan hal tersebut. Karena petugas atau perawat dari ruangan sudah denga SOP memilah sampah dan petugas rumah sakit pun mungkin akan kena imbasnya juga, jika pengawasan mereka tidak maksimal, ” Tegas Yulfan pada Rabu 11/5/2022.

Usai mengecek limbah medis yang berceceran, Yulfan mengirimkan beberapa dokumentasi yang dibubuhi pernyataan bahwa “ Ini kegiatan cs, mereka sortir dulu, dan menurut penjelasan cs, mereka lupa stelah sortir dikumpul dan dibuang ke TPS limbah medis.
RF/Neffly Supu















