Rekam Fakta, Kota Gorontalo– Sekelompok orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kota Gorontalo (APKG) menyatakan sikap untuk menolak kegiatan “Drag War Night Race Kapolda Cup” yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 hingga 30 September 2023 bertempat di Jl.Jhon Ario Katili (ex Andalas).
Dalam hal ini, APKG sudah melayangkan surat penolakan yang ditujukan kepada Kapolda Gorontalo, Dir Intelkam Polda Gorontalo, Kapolres Gorontalo Kota serta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo pada, Senin (25/09/2023).
Ketika diwawancarai wartawan Rekam Fakta, Ketua APKG Yusran Doda menerangkan bahwa seharusnya Kapolda Gorontalo lebih fokus menyelesaikan konflik yang terjadi di Kabupaten Pohuwato dari pada membuat event seperti ini.
“Jangan sampai masyarakat berpikir bahwa kapolda tidak serius untuk menyelesaikan konflik di pohuwato”, ucap yusran, saat diwawancarai pada Senin sore (25/09/2023).
Dirinya juga mempertanyakan, kenapa harus jalan ex andalas yang menjadi lokasi pemilihan event drag tersebut.
“Kita tau bersama jalan andalas adalah salah satu jalan protokol yang menghubungkan antara bone bolango yakni tapa, kabila, dan kota gorontalo”.
“Takutnya, akan terjadi konflik masyarakat dikarenakan penutupan jalan andalas tersebut, apakah sudah tidak ada lokasi lain?” Tegas Yusran sambil bertanya.
Yusran menambahkan, bahwa jalan ex andalas adalah jalan penghubung rumah sakit Pohuwato, Boalemo serta beberapa daerah lain untuk menuju rumah sakit rujukan Aloe Saboe.
“Jika tetap di laksanakan disitu (andalas), malah menghambat mobil ambulance dari luar kota gorontalo untuk menunju rumah sakit aloe saboe, itu yang tidak di pikirkan oleh pihak penyelenggara event” tambah yusran
Lanjut Kata Yusran, jika lokasinya tidak dipindahkan maka APKG akan melakukan demonstrasi di kegiatan tersebut.
“Saya menyarankan untuk pindah lokasi, jika tetap dipaksakan untuk melakukan kegiatan di jalan andalas maka kami akan melakukan demonstrasi di kegiatan nanti” tandasnya.
Sementara itu, Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.
Aguung/RF




























