Berita  

‎Warga Resah, Galian C Ancam Wisata Hiu Paus Botubarani

Doc. Rekam Fakta
banner 120x600

‎Rekam Fakta, Bone Bolango — Aktivitas penambangan galian C di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, mulai menimbulkan keresahan warga. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan wisata hiu paus ikon pariwisata desa itu menjadi alasan utama kekhawatiran warga.

‎Kepala Desa Botubarani, Irwan Lakoro, membenarkan adanya dua titik lokasi galian C di wilayahnya.

‎“Di desa Botubarani ada dua titik Galian C. Yang pertama di Botubarani Timur, di sekitar pangkalan 3-4 hiu paus. Kemudian di Botubarani Barat, yang ini di belakang masjid,” jelas Irwan.

‎Menurut Irwan, galian C di Botubarani Timur sudah tak lagi beroperasi sejak dua tahun terakhir karena masa izin telah berakhir.

‎“Dulu memang beroperasi dengan izin,” katanya.

‎Sementara itu, galian C di Botubarani Barat juga telah berhenti sekitar enam bulan lalu akibat kerusakan mesin penggiling batu (crusher). Namun, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa dua unit alat berat ekskavator masih terparkir di lokasi tersebut. Bahkan, beberapa warga masih terlihat melakukan aktivitas penambangan batu pondasi secara manual.



‎Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Seorang warga yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa ketika hujan turun, air keruh yang bercampur lumpur dan sisa-sisa material galian langsung mengalir ke laut.

‎“Memang sangat berpengaruh. Kalau air keruh, itu sudah tidak aman,” ujarnya.

‎Ia mengungkapkan bahwa empat bulan lalu, dampak dari galian C begitu terasa. Butuh waktu hingga tiga hari agar kondisi air laut kembali jernih.

‎Kondisi tersebut, katanya, membuat hiu paus menjauh karena merasa terganggu. Ini tentu berdampak langsung pada aktivitas wisata di desa yang selama ini menggantungkan harapan dari kunjungan wisatawan.

‎Warga pun berharap agar aktivitas galian C, baik yang lama maupun yang potensial beroperasi kembali, segera ditutup.

‎“Harapan kita, lebih bagus ditutup Galian C itu. Bukan hanya dampaknya ke hiu paus, tapi juga ke rumah-rumah kami,” keluhnya.

‎Desa Botubarani dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Gorontalo. Kembalinya air laut yang bersih dan ekosistem yang lestari menjadi harapan bersama warga demi kelangsungan pariwisata dan kenyamanan hidup mereka.


‎***