Berita  

‎SIGA Gorontalo Nilai Kepala Puskesmas Sipatana Jadi Korban Opini Internal, Desak Dinkes Bertindak Proporsional

Dok. SIGA saat melangsungkan Kegiatan Dialog Publik (Gambar Istimewa)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Koordinator Solidaritas Intelektual Generasi Aktivis (SIGA) Gorontalo, Djamaludin Puluhulawa, memaparkan hasil kajian organisasi dalam Dialog Publik sekaligus Launching Organisasi Pemuda yang digelar di Sekretariat SIGA pada Rabu, 26 November 2025. Kajian tersebut menyoroti polemik yang menyeret nama Puskesmas Sipatana dan menempatkan kepala puskesmas sebagai pusat sorotan.

‎Dalam penyampaiannya, Djamaludin menegaskan bahwa data lapangan dan rangkaian diskusi publik menunjukkan adanya upaya pengalihan isu oleh oknum internal Puskesmas Sipatana yang justru memperkeruh opini masyarakat.

‎“Kesimpulan kajian kami jelas. Kepala Puskesmas Sipatana selama ini hanya dijadikan kambing hitam dalam pusaran opini yang dibangun dari dinamika internal. Ini fakta yang muncul dari forum dan hasil kajian SIGA,” ujar Djamaludin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pusat BEM Nusantara.

‎Ia menilai keputusan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo untuk memberhentikan sementara kepala puskesmas terkesan tergesa-gesa sehingga memberi ruang bagi publik untuk mengasumsikan bahwa kepala puskesmas benar-benar bersalah, sementara akar persoalan belum sepenuhnya dibuka.

‎“Keputusan itu terlalu prematur. Kalau tidak hati-hati, publik akan diarahkan pada kesimpulan keliru. Kita tidak boleh menghakimi seseorang hanya karena desakan opini,” tambahnya.

‎SIGA juga menyoroti lemahnya kontrol dan komunikasi Dinas Kesehatan Kota Gorontalo yang dinilai tidak hadir secara optimal untuk meredam konflik internal. Ruang kosong itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membangun narasi liar.

‎“Kami tidak membela personal. Yang kami jaga adalah kebenaran. Oknum staf yang memicu kegaduhan tidak boleh berlindung di balik hiruk-pikuk opini publik sementara pimpinan layanan justru disalahkan,” tegas Djamaludin.

‎Hasil kajian SIGA menyebutkan bahwa ketidakteraturan koordinasi antara dinas dan unit layanan memperburuk situasi, ditambah minimnya langkah cepat dari dinas untuk meluruskan informasi ke publik.

‎Sebagai bentuk sikap tegas, SIGA Gorontalo menyampaikan rencana aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Gorontalo pada Senin, 1 Desember 2025, dengan tuntutan:

‎1. Dinas Kesehatan Kota Gorontalo bertanggung jawab atas kegaduhan yang muncul.


‎2. Evaluasi menyeluruh terhadap oknum staf Puskesmas Sipatana yang diduga bermain opini dan merusak nama baik institusi.


‎3. Pemulihan nama baik Kepala Puskesmas Sipatana berdasarkan hasil kajian SIGA dan fakta lapangan.


‎4. Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan seluruh pihak terkait.


‎“Ini bukan soal siapa yang kita bela. Ini soal keadilan dan tata kelola pelayanan kesehatan. Jangan ada lagi pimpinan publik yang dikorbankan hanya karena intrik internal,” tutur Djamaludin menutup pernyataannya.

‎SIGA Gorontalo memastikan akan terus mengawal isu ini hingga tuntas demi menjaga integritas pelayanan kesehatan dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

‎***

Penulis: Rachmad Askhar SaniEditor: Aman Apik