‎
Berita  

‎“SIGA Kepung DPRD dan Dinkes: Bongkar Fakta Polemik Sipatana, Stop DPRD Tidur & Kadis Cuci Tangan!”

Doc. SIGA Gorontalo
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo— Solidaritas Intelektual Generasi Aktivis (SIGA) Gorontalo kembali mengguncang panggung publik dengan menggeruduk Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin (1/12). Massa mendesak lembaga legislatif agar tidak hanya ‘tidur’ ketika tata kelola layanan kesehatan dan moralitas birokrasi tercoreng akibat keputusan sepihak Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dalam polemik Puskesmas Sipatana.‎
‎Aksi ini merupakan tindak lanjut dari desakan SIGA agar DPRD membuka seluruh fakta polemik Sipatana melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara transparan dan terbuka.
‎
‎
‎“Birokrasi Sedang Sakit, DPRD Jangan Menutup Mata!”
‎
‎Dalam orasi lapangan, Koordinator SIGA Gorontalo, Agung Puluhulawa, menegaskan bahwa DPRD tidak boleh diam ketika moral birokrasi runtuh dan keputusan teknis berubah menjadi panggung pembenaran instansi tertentu.
‎
‎“DPRD jangan tidur! Birokrasi ini sedang sakit. Kepala PKM Sipatana dijadikan tumbal, sementara akar persoalan tidak disentuh sama sekali,” tegasnya.
‎
‎Menurut SIGA, pemberhentian Kepala PKM Sipatana dilakukan tanpa pemahaman kronologi yang utuh sehingga mencederai asas keadilan dan memperburuk citra publik terhadap layanan kesehatan.
‎
‎SIGA Desak: RDP Terbuka, Fakta Jangan Ditutup-tutupi
‎
‎SIGA menuntut DPRD segera menggelar RDP terbuka dengan menghadirkan seluruh pihak terkait mulai dari Dinas Kesehatan, staf PKM Sipatana, dan pihak keluarga korban.
‎
‎“Kami menuntut RDP terbuka! Jangan ada pembodohan publik. Jangan ada kambing hitam untuk menyelamatkan institusi yang panik,” seru massa.
‎
‎DPRD Merespons Positif: RDP Siap Diproses
‎
‎Walaupun Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, tidak berada di tempat saat massa tiba, komunikasi difasilitasi melalui sambungan telepon.
‎Ia menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan SIGA.
‎
‎“Silakan SIGA memasukkan surat permohonan resmi. Kami siap memproses,” ujar Irwan.
‎
‎Jawaban ini disambut baik massa aksi yang menegaskan bahwa langkah mereka semata-mata untuk membela keadilan, bukan agenda politik.
‎
‎SIGA Tegas: Pengawasan DPRD Tidak Boleh Mandul
‎
‎SIGA mengingatkan DPRD agar tidak hanya berfungsi simbolik, melainkan menjadi penjaga kepentingan publik yang sesungguhnya.
‎
‎“Ini ujian moral parlemen: beranikah membuka kebenaran atau memilih diam demi kenyamanan politik?” tantang Agung Puluhulawa.
‎
‎SIGA memastikan akan terus mengawal proses ini hingga semua fakta dibuka dan keadilan benar-benar ditegakkan.
‎
‎***

‎