Berita  

‎‎Rahmat Maku Tuntut Pemda Bertindak Cepat Tangani Jembatan Putus di Polohungo-Bina Jaya

Rahmat Maku, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo Fraksi PKB (Doc. Istimewa)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Kondisi memprihatinkan dialami anak-anak sekolah di Kecamatan Tolangohula yang terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras akibat putusnya jembatan penghubung antara Desa Polohungo dan Desa Bina Jaya. Situasi ini mendapat sorotan keras dari Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Komisi IV, Rahmat Maku dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

‎Rahmat Maku menyampaikan kritik tersebut saat diwawancarai Kamis, 22 Januari 2026, di Warkop Bawah Menara, Kabupaten Gorontalo. Ia menilai, kondisi anak-anak yang mempertaruhkan keselamatan demi bersekolah merupakan cerminan kegagalan pemerintah daerah dalam menghadirkan akses dasar yang aman bagi masyarakat.

‎“Beredar video anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai atau kuala dengan menerobos arus yang deras. Ini sangat berbahaya dan tidak bisa dianggap wajar. Anak-anak seharusnya dilindungi, bukan dibiarkan menghadapi risiko seperti ini,” tegas Rahmat Maku.

‎Menurutnya, persoalan ini semakin parah ketika hujan turun. Debit air sungai meningkat dan arus semakin kuat, membuat akses penghubung antardesa tidak bisa dilalui sama sekali. Namun, karena tidak ada alternatif lain, warga tetap nekat menyeberang.

‎“Kalau hujan deras, risikonya bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga seluruh warga. Ini bisa mengancam nyawa,” ujarnya.

‎Selain mengancam keselamatan dan akses pendidikan, jembatan putus tersebut juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Warga Desa Polohungo dan Desa Bina Jaya yang mayoritas bergantung pada pertanian dan aktivitas perdagangan terpaksa menghentikan kegiatan ekonomi ketika hujan deras melanda.

‎“Begitu hujan, ekonomi warga langsung lumpuh. Hasil pertanian tidak bisa diangkut, distribusi terhenti, dan aktivitas jual beli tidak berjalan,” kata Rahmat Maku.

‎Ia menegaskan, persoalan jembatan putus ini bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi sudah menyangkut keselamatan jiwa, hak pendidikan anak, dan kelangsungan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat dan nyata.

‎“Pemerintah daerah harus segera membangun jembatan darurat atau menyediakan akses alternatif yang aman. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.

‎Rahmat Maku juga meminta agar penanganan jembatan penghubung Desa Polohungo dan Desa Bina Jaya dijadikan prioritas utama dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

‎“Ini urat nadi kehidupan masyarakat. Selama dibiarkan, anak-anak terus berisiko, ekonomi warga terhenti, dan pemerintah seolah abai,” pungkasnya.

‎***