Berita  

RSAS Bangkit dari Defisit, Raih Penghargaan Berkat Transformasi Layanan Digital

banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Upaya pembenahan yang dilakukan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bersama Wakil Wali Kota, Indra Gobel, terhadap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe mulai menunjukkan hasil positif.

Setelah melalui evaluasi menyeluruh, mulai dari penataan manajemen hingga pergantian direktur, rumah sakit rujukan tersebut kini berhasil keluar dari kondisi defisit.

Tak hanya itu, RSUD Aloei Saboe juga menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan atas komitmennya dalam mengembangkan layanan berbasis digital dan terintegrasi.

Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi integrasi sistem antrean online, sistem klaim, serta penerapan E-SEP berbasis fingerprint dan Frista.

“Alhamdulillah, RSAS mendapat penghargaan atas komitmen dalam integrasi sejumlah sistem,” ujar Direktur RSAS, Abdulhafidz Daud.

Penilaian dilakukan terhadap fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang dinilai serius dalam membangun sistem pelayanan berbasis digital.

Pembenahan di RSUD Aloei Saboe tidak hanya menyentuh aspek administratif. Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga turun langsung meninjau kondisi di lapangan, mulai dari ruang IGD, ruang rawat inap, ruang tunggu pasien, hingga ketersediaan tempat tidur dan sarana penunjang seperti pendingin ruangan, toilet, kebersihan lingkungan, serta peralatan medis yang memerlukan pembaruan.

Evaluasi turut mencakup sistem antrean di loket pendaftaran serta alur pelayanan pasien BPJS guna mencegah penumpukan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perubahan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Integrasi antrean online kini membuat proses pendaftaran lebih tertib, sistem klaim yang terhubung langsung dengan BPJS Kesehatan mempercepat administrasi, sementara E-SEP berbasis biometrik memperkuat validasi data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Capaian ini turut menambah jumlah penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo menjadi 24 penghargaan dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Adhan Dambea dan Indra Gobel.