Berita  

Di Balik Demo Tuduh “RB”, APLG Minta Aparat Selidiki Dugaan Kepentingan Tertentu

Fadel Hamzah, Koordinator APLG (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Aksi demonstrasi yang menyeret nama seorang warga berinisial “RB” dalam polemik pertambangan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, mulai memunculkan sorotan baru. Selain dinilai sarat penggiringan opini, aksi tersebut juga dianggap perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan tidak adanya kepentingan tertentu yang bermain di balik gerakan tersebut.

Sorotan itu disampaikan Koordinator Aliansi Peduli Lingkungan Gorontalo (APLG), Fadel Hamzah. Ia menilai tuduhan yang diarahkan kepada “RB” dalam aksi tersebut terkesan prematur karena belum disertai fakta maupun pembuktian hukum yang jelas.

Menurut Fadel, konflik yang terjadi di kawasan pertambangan rakyat Suwawa merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat disederhanakan hanya dengan menggiring tudingan kepada satu pihak tertentu.

“Jangan sampai situasi konflik di lapangan kemudian diarahkan menjadi tuduhan personal tanpa dasar yang objektif. Itu berpotensi membentuk opini liar di tengah masyarakat,” ujar Fadel.

Ia mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak demokratis setiap warga negara. Namun, penyampaian aspirasi tetap harus memperhatikan akurasi informasi dan tidak berkembang menjadi tuduhan sepihak yang dapat merugikan nama baik seseorang.

APLG juga menyoroti munculnya narasi yang mengaitkan “RB” dengan video bentrokan antarpenambang yang sempat beredar luas di media sosial. Menurut Fadel, pengaitan tersebut tidak boleh dilakukan secara serampangan tanpa fakta dan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum, tentu ada mekanisme dan proses yang harus ditempuh. Jangan membangun framing seolah seseorang sudah pasti bersalah sebelum ada pembuktian hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Fadel Hamzah meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait turut mendalami siapa pihak yang menggerakkan maupun membadani aksi demonstrasi tersebut. Ia menilai langkah itu penting untuk memastikan tidak adanya aktor tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi konflik pertambangan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

“Kami meminta aparat menelusuri secara objektif siapa yang berada di balik gerakan ini. Jangan sampai ada pihak tertentu yang sengaja memainkan isu, menggiring opini publik, lalu memanfaatkan keresahan masyarakat penambang untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Menurutnya, isu pertambangan ilegal dan konflik antarpenambang merupakan persoalan sensitif yang sangat mudah memicu gesekan horizontal apabila terus dibarengi narasi provokatif dan tudingan yang belum terverifikasi.

Karena itu, Fadel mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan dengan informasi yang belum memiliki dasar yang kuat. Ia juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di media sosial maupun ruang publik.

“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah penyelesaian persoalan secara objektif dan menyeluruh, bukan saling tuding yang justru memperbesar konflik. Semua pihak harus mengedepankan fakta dan menjaga kondusivitas daerah,” pungkasnya.