Rekam Fakta, Gorontalo – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo dari Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Rachmat Gobel, dijadwalkan tiba di Gorontalo pada hari ini sekitar pukul 08.00 WITA di Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan Rachmat Gobel kemungkinan akan langsung disambut oleh sejumlah tokoh, pengurus, kader, dan elite Partai NasDem di Provinsi Gorontalo. Kehadiran mantan Wakil Ketua DPR RI yang selama ini dikenal aktif mengawal berbagai program pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pertanian, perikanan, dan UMKM di Gorontalo tersebut menjadi perhatian banyak pihak mengingat padatnya agenda yang akan dijalani selama berada di daerah.
Untuk jadwal kunjungannya sendiri, Rachmat Gobel diperkirakan akan berada di Gorontalo hingga 21 Juni 2026. Selama berada di kampung halamannya, ia dijadwalkan mengikuti berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah, penguatan sektor pertanian dan peternakan, peninjauan infrastruktur, hingga persiapan pelaksanaan agenda nasional yang akan digelar di Gorontalo.
Salah satu agenda penting yang dijadwalkan akan dihadiri adalah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem pada 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti oleh pengurus partai dari berbagai tingkatan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi serta pembahasan berbagai program yang akan dijalankan ke depan.
Selain itu, pada 20 Juni 2026, Rachmat Gobel dijadwalkan menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kabupaten Gorontalo. Kehadiran tokoh nasional asal Gorontalo tersebut dinilai penting mengingat PENAS merupakan salah satu agenda nasional terbesar yang akan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Selama pelaksanaan PENAS, Rachmat Gobel juga diperkirakan akan melakukan pemantauan terhadap berbagai lokasi yang akan menjadi titik kunjungan para peserta. Beberapa kawasan unggulan yang telah dipersiapkan pemerintah daerah dan panitia pelaksana akan menjadi perhatian guna memastikan kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.
Pemantauan tersebut tidak hanya bertujuan melihat kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung, tetapi juga memastikan potensi unggulan daerah dapat ditampilkan secara maksimal kepada para tamu yang datang dari berbagai provinsi. PENAS sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 dan menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, serta produk unggulan daerah kepada masyarakat nasional.
Di luar agenda PENAS, Rachmat Gobel juga direncanakan melakukan sejumlah kunjungan lapangan ke beberapa kabupaten di Provinsi Gorontalo. Salah satunya adalah meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kunjungan tersebut diperkirakan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Selama ini, Rachmat Gobel dikenal cukup aktif mendorong penyaluran bantuan serta pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam.
Selain Gorontalo Utara, Rachmat Gobel juga dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Boalemo. Di daerah tersebut, ia direncanakan menghadiri kegiatan Bambu Petung serta agenda panen raya pedet sapi hasil program Inseminasi Buatan (IB). Program tersebut selama ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan berbagai pihak dalam meningkatkan populasi ternak serta memperkuat sektor peternakan rakyat yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Sementara itu, di Kabupaten Pohuwato, Rachmat Gobel juga direncanakan melakukan kunjungan ke sejumlah titik strategis. Salah satunya adalah Bundaran Maleo yang berada di Desa Marisa Selatan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu ikon daerah yang memiliki nilai simbolis bagi masyarakat Pohuwato sekaligus menjadi pusat aktivitas dan wajah daerah yang terus dikembangkan.
Selain melakukan peninjauan, kunjungan tersebut juga diperkirakan akan dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta melihat secara langsung perkembangan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di wilayah tersebut.
(Redaksi)



















