Berita  

Rachmat Gobel Rancang Ekosistem Ekonomi Desa, BNI Diajak Ambil Peran Strategis

Rachnat Gobel Saat Berada di Kantor BNI Gorontalo (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, terus mematangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmennya pada periode kedua sebagai anggota DPR RI untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Gorontalo.

Komitmen tersebut disampaikan Rachmat Gobel saat melakukan kunjungan ke Kantor Cabang Gorontalo dan disambut langsung oleh Susilawati Buchari selaku Branch Manager BNI KC Gorontalo, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gobel memaparkan gagasan besar pembangunan ekosistem ekonomi desa yang tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga mengintegrasikan pariwisata, pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat melalui koperasi.

Menurut Gobel, periode keduanya di DPR RI harus menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, khususnya kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan rakyat.

“Lima tahun kedua ini saya ingin fokus pada upaya menuntaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas masyarakat, dan menciptakan kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ujarnya.

Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pembangunan kawasan agrowisata di desa-desa binaan. Program ini dirancang sebagai model pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Gobel mencontohkan pengembangan Agrowisata Desa Tilihuwa yang saat ini mulai dibangun secara bertahap. Selain mengembangkan sektor pertanian, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang ekonomi masyarakat, termasuk gudang penyimpanan hasil pertanian seperti kacang dan sarana produktif lainnya.

Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang ikut berperan sebagai mitra dalam pengembangan komoditas unggulan masyarakat.

Tidak hanya fokus pada sektor produksi, Gobel juga menyiapkan konsep pengembangan homestay berbasis masyarakat. Rumah-rumah warga akan ditata dan diperbaiki agar layak menjadi tempat menginap bagi wisatawan yang berkunjung ke desa.

Masyarakat akan diberikan edukasi mengenai tata kelola homestay, pelayanan wisata, hingga pengelolaan lingkungan yang baik. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat langsung dari berkembangnya sektor pariwisata.

“Kita ingin masyarakat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Ketika wisata berkembang, masyarakat harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat ekonominya,” kata Gobel.

Selain homestay, pembangunan fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Di setiap desa binaan akan dibangun sarana sanitasi yang layak, termasuk kamar mandi dan toilet umum, serta fasilitas pendidikan anak usia dini.

Menurut Gobel, keberadaan PAUD sangat penting karena menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Selain menjadi tempat belajar, PAUD juga diharapkan menjadi ruang bermain dan pengembangan kreativitas anak-anak desa.

“Kalau kita ingin membangun masa depan yang lebih baik, maka investasi terbesar harus dimulai dari pendidikan anak-anak,” jelasnya.

Seluruh aset yang dibangun melalui program desa binaan nantinya akan dikelola melalui koperasi. Gobel menilai koperasi merupakan instrumen yang tepat untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dinikmati bersama oleh masyarakat.

Menariknya, ia juga berencana menjadi anggota koperasi tersebut agar dapat terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pengembangan usaha masyarakat.

“Koperasi menjadi wadah untuk memperkuat semangat gotong royong. Semua yang dibangun nantinya harus menjadi milik bersama dan dikelola untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Selain komoditas kacang, Gobel juga mendorong pengembangan kakao dan bambu sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa. Menurutnya, ketiga sektor tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara terintegrasi.

Karena itu, ia mengajak BNI untuk mengambil peran strategis dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi desa melalui pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Gobel juga menyoroti pentingnya pembangunan yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Ia mengusulkan agar program penghijauan yang dilakukan berbagai pihak tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga membangun ekosistem yang memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat.

Menurutnya, Gorontalo memiliki peluang besar untuk menjadi contoh daerah yang mampu menggabungkan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam satu gerakan bersama.

Lebih jauh, Gobel menilai berbagai program yang sedang dijalankan saat ini juga merupakan bagian dari persiapan Gorontalo menyambut PENAS 2026. Ia berharap desa-desa binaan yang berkembang nantinya dapat menjadi etalase kemajuan Gorontalo di hadapan ribuan peserta yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ketika peserta PENAS datang ke Gorontalo, kita ingin mereka melihat langsung bagaimana desa-desa dan masyarakatnya. Nantinya mereka akan menjadi duta promosi yang memperkenalkan Gorontalo ke daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Sebagai contoh keberhasilan pengembangan kawasan wisata, Gobel menyinggung perkembangan Danau Perintis yang kini menjadi salah satu destinasi yang terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kawasan yang sebelumnya relatif sepi kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru dengan hadirnya berbagai usaha kuliner dan layanan pendukung lainnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan destinasi wisata yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup pertemuan itu, Rachmat Gobel menegaskan bahwa seluruh program yang sedang dirancang bukan sekadar proyek pembangunan jangka pendek, melainkan upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

“Saya ingin selama menjadi anggota DPR RI ada sesuatu yang saya tinggalkan untuk masyarakat. Bukan hanya bangunan fisik, tetapi sistem yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.