Rekam Fakta, Banyumas — Sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak jenazah Sutrimo diekshumasi di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada 12 Agustus 2026.
Namun hingga kini, hasil pemeriksaan ekshumasi tersebut masih dinantikan keluarga maupun masyarakat Desa Wlahar.
Kondisi itu membuat warga berharap Polda Metro Jaya segera menyampaikan hasil pemeriksaan setelah seluruh proses laboratorium dinyatakan selesai.
Perwakilan Karang Taruna Desa Wlahar mengatakan, masyarakat memahami bahwa pemeriksaan forensik membutuhkan proses dan waktu. Karena itu, warga memilih menunggu dan tetap memberikan kepercayaan kepada kepolisian.
“Kami mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Kami juga meminta Polda Metro Jaya segera mengumumkan hasil ekshumasi setelah seluruh pemeriksaan selesai, supaya masyarakat tidak terus bertanya-tanya dan tidak muncul berbagai dugaan yang belum tentu benar,” ujarnya.
Ia menilai transparansi hasil pemeriksaan menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian berdasarkan fakta dan hasil ilmiah, bukan berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami percaya polisi bekerja secara profesional. Justru dengan hasilnya segera disampaikan secara transparan, masyarakat akan mendapatkan kepastian. Kami ingin persoalan ini menjadi terang dan keluarga juga mendapat jawaban yang jelas mengenai penyebab kematian almarhum,” katanya.
Polda Metro Jaya sebelumnya menjelaskan bahwa hasil final pemeriksaan masih menunggu proses di laboratorium forensik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut koordinasi telah dilakukan dengan Puslabfor Polri.
Menurutnya, pemeriksaan membutuhkan waktu karena sampel yang diperiksa cukup banyak dan harus melalui pemeriksaan spesifik untuk memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Keluarga Sutrimo sebelumnya juga telah mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta kejelasan mengenai perkembangan pemeriksaan tersebut.
Kini, masyarakat Desa Wlahar ikut berharap agar hasil ekshumasi segera dibuka setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Bagi warga, kepastian hasil pemeriksaan diperlukan agar tidak ada ruang bagi berkembangnya dugaan-dugaan yang belum memiliki dasar.
Warga berharap proses tersebut berujung pada kejelasan mengenai penyebab kematian Sutrimo dan memberikan jawaban bagi pihak keluarga.



























