Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Berangkat dari niat tulus untuk memajukan Sumber Daya Manusia di tanah kelahirannya yang di juluki “Bumi Serambi Madinah”, Senator 3 periode Rahmijati Jahja mengadakan Sayembara Menulis Esai tingkat SMA/SMK Sederajat dengan hadiah total 50 juta Rupiah dan mengangkat Tema “Membangkitkan Generasi Gorontalo Unggul Abad 21”.
Meski telah menjadi senator di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Rahmijati Jahja tidak melupakan profesinya yang pernah ia tekuni di dunia pendidikan sebagai seorang pendidik (Guru), meskipun saat ini hiruk pikuk politik Pilkada 2020 sudah menggema kemana-mana, akan tetapi Rahmijati Jahja lebih fokus pada upaya mempersiapkan suatu generasi yang dapat diandalkan untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang unggul untuk kemajuan Provinsi Gorontalo.

Budiyanto Napu, SH. MH selaku Staf Ahli dari Rahmijati Jahja saat dimintai keterangan menyatakan bahwa Kegiatan ini diselenggarakan dengan beberapa tahapan yang telah dimulai sejak bulan April 2020, dan akan berakhir pada Juli 2020 dengan penganugerahan Rahmijati Awards bagi para pemenang.
“Tercatat ada 60 orang siswa yang mendaftar untuk ikut sayembara ini, dan pada akhir pemasukan naskah tercatat 24 naskah yang masuk pada panitia. 24 naskah esai selanjutnya diserahkan kepada Tim Penilai untuk memperoleh 6 nominator naskah yang akan berlanjut pada tahapan presentasi oleh penulis naskah dihadapan Tim Penilai,” ujar Budi Napu.
Budi menambahkan, Dari 6 nominator naskah yang berhasil memasuki tahapan presentasi, selanjutnya akan dipilih dan ditetapkan 3 penulis naskah yang akan memperoleh Awards dari Rahmijati Center. Hadiah bagi 3 pemenang sangat spektakuler sebagai penyemangat bagi mereka untuk menambah kapasitas literasi di kemudian hari.
Dr. Salahudin Pakaya sebagai Ketua Tim Penilai mengakui bahwa para penilai sempat terlibat diskusi panjang dalam menetapkan 6 nominator dari 24 naskah yang masuk, walaupun memang sudah ada intsrumen penilaian yang telah ditetapkan seperti aspek orisinalitas pemikiran, argumentasi, ketajaman analisis, kemungkinan solusi yang ditawarkan dan gaya penulisan.
“Selanjutnya untuk menghindari praktek plagiasi naskah, Tim Penilai melakukan screening naskah dengan menggunakan aplikasi turnitin. Tingkat toleransi plagiasi telah ditetapkan tidak lebih dari 30 %, Presentasi 6 nominator naskah oleh masing-masing penulisnya akan dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2020 pukul 09.00 sampai dengan selesai bertempat di Hantaleya Café Limboto,” kata Salahudin.
Adapun 6 nominator naskah esai yang berhasil masuk pada tahapan presentasi, adalah :
- “Batas Usia Minimum Bekerja Mempengaruhi Pelajar Dalam Memajukan Ekonomi”
- “Distribusi Teknologi Pembelajaran Seimbang Sebagai Pemerataan Pendidikan Kota Dan Desa”
- “Hulontalo Go Sebagai Media Pendekatan Budaya Kepada Kaum Milenial”
- “Metode Kikigaki Sebagai Penguatan Literasi Sosial Budaya Bagi Generasi Muda Gorontalo”
- “Objek Wisata Gorontalo Yang Mampu Menarik Perhatian Dunia”
- “Rental Sampah Plastik (Remaja Gorontalo Peduli Sampah Plastik)”.
Dari penilai presentasi naskah oleh penulisnya, Tim Penilai akan memilih dan menetapkan 3 penulis naskah yang memperoleh hadiah besar, yakni masing-masing Terbaik 1 dengan hadiah Rp. 10.000.000, Terbaik 2 dengan hadiah Rp. 7.500.000, dan Terbaik 3 dengan hadiah Rp. 5.000.000. dan hadiah ini akan diserahkan pada malam penganugerahan Rahmijati Award yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2020.
Sebagai wujud apresiasi Rahmijati Yahya dalam memajukan spirit literasai kaum muda Gorontalo, untuk 24 naskah yang telah mengikuti Sayembara ini, akan diberikan penghargaan berupa uang motivasi yang jumlahnya bervariasi antara Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 1.000.000
Selain Dr. Salahudin Pakaya, MH sebagai Ketua Tim Penilai, sayembara ini melibatkan para penilai yang reputasinya dibidang literasi tidak dapat diragukan, seperti Dr. Basri Amin dan Dr. Ester Yunginger.
Semua naskah esai yang telah ikut Sayembara Esai Rahmijati Awards Tahun 2020 ini, akan didokumentasikan dalam bentuk buku dan akan dibagikan kepada peserta itu dan kepada warga masyarakat pemerhati literasi dan pendidikan.
Hal ini semoga menjadi Cendera Mata Rahmijati Yahya dalam pengabdiannya sebagai Tokoh Perempuan Pemerhati Literasi dan selaku Senator DPD RI.
Dr. Salahudin Pakaya menambahkan bahwa, Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan literasi Gorontalo dalam membentuk karakter kaum muda Gorontalo menjadi generasi unggul untuk memajukan provinsi Gorontalo.
Beliau juga berharap kegiatan ini tetap akan berkelanjutan dan menjadi sebagai Spirit Literasi kaum muda Gorontalo untuk meningkatkan budaya Literasi sehingga Gorontalo kaya akan Sumber Daya anusia yang Unggul dan Kreatif sebagai prasyarat utama mewujudkan kemajuan dan kemakmuran masyarakat Gorontalo. (0N4L/RF)












