Rekamfakta.com, Bone Bolango – Bencana banjir dan tanah longsor di Gorontalo baru-baru ini banyak menyita perhatian khalayak banyak. Akan tetapi ada sebuah Dusun terpencil di seberang sungai yg luput dari perhatian publik.
Dusun 3 Desa Ilohuuwa, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, jaraknya kurang lebih 3 km dari jalan Trans Sulawesi. Jembatan penghubung antara dusun dan pusat Pemerintahan Desa, ikut tersapu banjir saat itu. Namun mata dan telinga Babinsa begitu tajam dan peka akan hal demikian.
Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD dengan cepat mengambil langkah, bersama-sama masyarakat membuat alat transportasi rakit yang terbuat dari bambu agar pasokan logistik dan lalu lintas masyarakat tidak terputus. Utamanya guna mengantisipasi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
Ide dan inisiatif yang dilakukan oleh Koramil 05/Bonepantai dalam hal ini Babinsa dan Tokoh Masyarakat di desa Ilohuwa dilakukan secara spontan melihat kondisi pasca banjir yang melanda wilayah tersebut dan dengan pertimbangan untuk mengatasi kesulitan warga yang sangat membutuhkan akses jalan penghubung atau transportasi lintas dusun di desa tersebut.

Adalah Sertu Idun Botutihe, Kopka Asmad Ilahude dan Koptu Bibi Udi bergotong royong bersama masyarakat sekitar membuat rakit dari dari bambu yang diambil disekitar sungai dan kemudian dimanfaatkan menjadi rangkaian transportasi sederhana namun berguna bagi orang banyak.
Sebelumnya Danramil, Letda Inf Zen Maksud berkoordinasi terlebih dahulu dengan Aparat Desa Ilohuuwa, setelah menerima laporan dari Babinsanya akan hal itu dan kemudian langsung menuju lokasi sungai dan meninjau langsung kegiatan Babinsa dan masyarakat dalam pembuatan rakit sederhana tersebut.
“Hal yang dilakukan oleh Babinsa kami ini sungguh luar biasa membanggakan bagi saya pribadi sebagai Danramilnya dan satuan kami Kodim 1304/Gorontalo. Terlebih kepada masyarakat yang ikut berkontribusi dalam pembuatannya, saya sangat mengapresiasi dan memberi hormat yang setinggi-tingginya kepada mereka”, ungkap Danramil Letda Zen Maksud.
Babinsa yang bernama Sertu Idun Ilahude mengatakan tidak ingin melihat warga binaannya kesulitan ditengah musibah yang melanda wilayahnya. Dengan alasan itulah hatinya terpanggil untuk bergerak cepat mengatasi problem yang dirasakan rakyatnya.
“Langkah dan tindakan yang kami lakukan ini adalah salah satu tugas pokok kami sebagai Aparat TNI-AD yang tertuang dalam 8 Wajib TNI yaitu Mempelopori usaha-usaha dan mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya”, tutur Sertu Idun.
“Saya dan rekan-rekan Babinsa lainnya sungguh sangat prihatin melihat kondisi warga saat ingin menyeberangi sungai yang lebarnya sekitar 50 meter tersebut, karena disaat hujan bisa membahayakan mereka. Apalagi sungai tersebut memisahkan dua dusun sekaligus. Hal inilah yang membuat hati kami tergerak, sehingga tanpa pikir panjang dan dengan pertimbangan matang kami bersama warga membuat rakit sederhana ini untuk penyeberangan, demi keselamatan warga yang melintas nanti”, tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1304, Letkol Czi Donny Ardiwidha melalui Danramil menyampaikan apresiasi dan bangga atas kegiatan anggotanya itu.
“Inilah tugas TNI/Babinsa di wilayah sesuai dengan Santi Aji, yang tanpa keluhan dan dengan semangat yang tinggi senantiasa peduli terhadap rakyatnya. Terima kasih kepada Babinsa dan terima kasih juga kepada masyarakat yang ikut membantu pelaksanaannya”, Ucap Dandim lewat Danramil.
Dalam keterangan dari Babinsa, pembuatan rakit tidaklah mengeluarkan biaya yang banyak dan ditalangi oleh pihak Koramil sendiri yang merupakan swadaya dari para Babinsa. (0N4L/RF)















