Wajah Pendidikan Di Tengah Pandemik COVID-19

Gorut3
Rahmijati Jahja Saat Kunker Di Kabupaten Gorontalo Utara Dan Rapat Bersama Bupati Indra Yasin Beserta Para Kepala OPD (Foto : dok. istimewa)
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo Utara – Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Warga Negara belum menjadi sektor utama dalam situasi darurat COVID-19, saat ini Pemerintah terkesan belum meningkatkan sektor Pendidikan, tapi membiarkan Dunia Pendidikan berjalan terseok-seok oleh pandemi COVID-19.

Senator DPD-RI Rahmijati Jahja dari Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo sangat menyoroti persoalan ini, menurutnya dana Pendidikan di KEMENDIKBUD telah di relokasi untuk sektor lain. Akibatnya Pandemi ini memunculkan permasalah baru di Dunia Pendidikan dikarenakan resiko putus sekolah kemungkinan naik tajam dan dalam situasi seperti ini, tentunya ini akan berdampak pada kemampuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

“Buat makan saja susah. Apalagi buat biaya sekolah, banyak pungutan ini dan itu, Meski pelajaran di bantu dengan teknologi, kadang ada masalah teknis seperti gangguan signal atau gangguan lain seperti situasi rumah yang tidak ideal untuk mencerna pelajaran, seperti dengan tidak adanya listrik, tidak ada HandPhone atau Laptop, apalagi di daerah terpencil yang pastinya sudah lama menjadi wilayah Blank Spot,” keluh Rahmijati.

Rajmijati menambahkan bahwa pada Intinya, inilah tantangan terbesar kita saat ini, yaitu bagaimana menjaga semangat murid dalam kondisi seperti ini. Materinya memang sudah di persiapkan sesuai dengan perangkat pembelajaran, tapi bagaimana cara menyampaikannya dalam tiap Virtual class dan tidak semua orang tua murid memiliki kompetensi dalam mendampingi anaknya, dan mencerna setiap pelajaran.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada Pemerintah harus segera meningkatkan kompetensi Guru, tujuannya mengupgrade kompetensi para Guru adalah agar para Guru tersebut dapat melakukan proses pembelajaran secara fleksibel, kreatif dan lebih inovatif lagi,” pungkas Senator 3 Periode. (0N4L/RF)