Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo Utara – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Utara akhirnya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke 4 di gedung Al Indah Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Minggu, (09/08/2020).
Agenda yang menjadi panggung kontestasi politik para kader golkar, untuk bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Utara itu, berlangsung dengan meriah dengan dihadiri oleh para petinggi kader Partai Golkar se Provinsi Gorontalo.
Dihadapan seluruh kader, Thomas Mopili selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Utara, dalam sambutannya mengenang bagaiman proses perkembangan Partai Golkar di Gorontalo Utara,
“Partai Golkar di Gorontalo Utara, melewati empat etape. Pertama, masa nyaman, kemudian yang kedua masa bahagia, kemudian yang ke tiga masa perjuangan, dan ke empat masa sulit,” kenang Thomas.
Thomas lalu menjelaskan setiap proses tahapan-tahapan yang telah dilewati oleh Partai Golkar, yang diwarnai oleh berbagai macam hal selama perjuangan partai mereka yang berlambang pohon beringin itu di Gorontalo Utara,
“Masa nyaman ketika kami alami disaat Gorontalo Utara mekar, tanpa berdarah-darah, tanpa berkeringat, kami menjadi anggota DPRD di Gorontalo Utara dengan perolehan kursi yang paling banyak dari partai-partai lainnya,” jelas Thomas.
Selanjutnya Thomas menjelaskan, tahapan kedua yang sempat dirasakan oleh Partai Golkar di Gorontalo Utara iyalah, masa bahagia. Dimana, ketika itu Bupati Gorontalo Utara adalah Rusli Habibie yang merupakan kader terbaik mereka,
“Masa bahagia yang sempat kami rasakan, ketika Bupati Gorontalo Utara saat itu adalah kader terbaik Partai Golkar, dimana beliau dengan kekuatan penuh memperjuangkan sehingga partai Golkar di Kabupaten Gorontalo Utara memperoleh sepuluh kursi,” jelas Thomas lagi.
Thomas juga menggambarkan, tahapan ketiga bagiamana proses perjuangan Partai Golkar, ketika berada pada tahap masa perjuangan, yang hingga berhasil mengantarkan kader perempuan mereka menjadi Ketua DPRD pertama di Gorontalo Utara,
“Ketika itu kita sadari bersama bahwa, Pemerintah Gorontalo Utara sangat tidak berpihak kepada Partai Golkar saat itu, ketika kami kalah Pikada, hampir semua partai politik itu disokong penuh oleh pemerintah daerah, tetapi dengan keuletan, keteguhan hati, dan jiwa daya juang partai, sehingga kami pada saat itu memperoleh lima kursi dan menghantarkan seorang kader perempuan menjadi Ketua DPRD pertama di Gorontalo Utara, yakni Ny. H. Nurjanah Yusuf yang sangat saya cintai,” kata Thomas.
Thomas kemudian menggambarkan juga bagaimana tahapan keempat yakni, Partai Golkar di Gorontalo Utara melewati masa-masa sulit, yang diakuinya pada saat itu melawan partai-partai politik lainnya yang kian menguat dalam ajang kontestasi politik di Gorontalo Utara,
“Masa sulit itu dimana kita sadari bersama, bahwa Partai Golkar ini, tidak hari ini kemudian menjadi lemah, tetapi perlu kita akui bahwa teman-teman partai yang lain, kian menguatkan dirinya. Sehingga pada pemilu yang terakhir, kami hanya dapat memperoleh empat kursi dan dapat mengantar satu orang kader ke DPRD Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Thomas menambahkan, dirinya berharap pada Musda ke 4 Partai Golkar Gorontalo Utara itu, mereka dapat melahirkan pemimpin dan pengurus baru yang memiliki kekuatan penuh, dan daya juang serta mumpuni di semua situasi dan kondisi,
“Saya berharap pada Musda ke 4 ini, kita dapat melahirkan ketua dan pengurus yang baru, yang memiliki kekuatan penuh, penuh kekuatan, memiliki daya juang dan mumpuni disegala situasi dan kondisi dimanapun berada,” tutupnya. (MYP/RF)










