Rekamfakta.com, Kabupaten Pohuwato – Seorang warga asal Desa Maleo Kecamatan Paguat, berusia 60 tahun Asri Daaliua (Wanita) telah hanyut disungai Maleo Kecamatan Paguat. Kejadian ini diperkirakan terjadi pada pukul 17.00 Wita sabtu kemarin. (19/9/20)
Menurut Informasi yang dihimpun oleh Awak Media ini dari Kapolsek Paguat AKP Drs. H.B Janis, bahwa korban bersama menantu, pulang dari kebun sekitar pukul 17.00 wita menuju ke rumah korban yang melintasi sungai, korban memaksakan diri untuk menyeberang sungai yang pada saat itu airnya sudah mulai naik dan berarus.
Menantu korban sudah melarang korban untuk menyeberang sugai itu, akan tetapi korban memaksakan diri untuk tetap menyeberang, disaat korban sudah di tengah sungai, tiba-tiba air mendadak naik dan sudah lebih berarus, korban langsung terbawa oleh arus air tersebut, sehingga korban langsung hanyut terbawa air sungai.

Setelah itu, menantu korban segera mencari bantuan. Pada pukul 19.00 keluarga korban mendapat informasi bahwa korban hanyut di sungai, keluarga korban pun langsung mendatangi Kepala Dusun dan para tetangga, kudian langsung dilakukan pencarian sampai di muara sungai maleo, akan tetapi jasad korban tidak di temukan.
Sampai pada pukul 19.30 korban di temukan oleh 2 orang laki-laki yaitu Ridwan Rahman ( Keponakan korban ) dan Akase Rahman ( Adik ipar korban ). Korban ditemukan tersangkut di ranting bambu, tidak jauh dari tempat korban terhanyut. Rambut korban sudah terlilit di ranting bambu dan ke dua laki-laki tersebut, langsung mengangkat jasad korban di tepian sungai. Akibatnya, korban mengalami luka – luka lecet di bagian tangan dan kaki.
Setalah itu, Korban langsung dibawa ke rumah anaknya di Desa Maleo dengan menggunakan mobil pick up milik masyarakat yang melintas di seputara tempat kejadian, korban sudah berada di rumah anak korban dan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.
Sebelumnya, Hujan deras telah mengguyur Kabupaten Pohuwato kemarin, diperkirakan sejak pukul 15.00 – 20.00 Wita, dan menyebabkan beberapa desa terendam banjir
Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama sehingga debit air di sungai meningkat, sehingga terjadi banjir yang arusnya cukub besar. (RF/Arlan)











