Rekamfakta.com, Kabupaten Pohuwato – Mantan Kepala Desa (Kades) Duhidaa Kecamatan Duhiadaa, Hasan Due yang meninggal dunia 15 Ramadhan 1442 H kemarin, tepat malam ini adalah malam yang ke-40 mengenang kepergiannya. Pada malam itu, Almarhum mendapat gelar adat ” Ta Lolingila Bubaya ” dari pemerintah daerah. Ta Lolingila Bubaya artinya Putera terbaik Gorontalo
Seperti yang dikatakan Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa dalam sambutannya, selama ini mendiang almarhum Hasan Due telah mengabdikan diri untuk masyarakat, baik dalam tugas sebagai kepala desa di Desa Duhiadaa ataupun kegiatan kemasyarakatan.
“ Atas pengabdian mendiang almarhum Hasan Due kepada masyarakat, baik sebagai seorang kepala desa maupun pengabdiannya di berbagai organisasi sosial dan keagamaan, maka almarhum berhak mendapatkan gelar adat Ta Lolingila Bubaya, Artinya putera terbaik gorontalo kelahiran marisa yang setia melayani masyarakatnya dan turut serta melesatarikan adat istiadat, dan meninggalkan bekal untuk keluargannya. ” Tutur Wabup Suharsi pada sambutan Takziah
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Pohuwato Nirwan Due yang juga anak dari Almarhum Hasan Due, dalam sambutan keluarga dirinya pun belum percaya dengan kepergian sang ayah tercintanya. Seakan sosok ayahanda masih berdiri disamping, walau begitu cintanya sang anak kepada ayah, Ia bersama keluarga sudah mengikhlaskan almarhum ayahnya telah dipanggil oleh sang pencipta.
“Tidak terasa malam ini sudah malam yang ke 40 mengenang almarhum, bahkan saya pun tidak menyangka secepat itu almarhum meninggalkan Anak-anak tercinta, cucu, bahkan keluarga yang lain. Untuk itu, saya mewakili keluarga, mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu, dan saya berharap doa dari bapak dan ibu kepada almarhum, agar almarhum ditempatkan di Syurga oleh Allah Swt. Amiiin Yaa Robbal Alamin, ” Harap Nirwan
Dalam sambutan itu, Nirwan mengatakan bahwa gelar adat Ta Lolingila Bubaya yang telah dianugerahi pada almarhum ayahnya itu artinya putera gorontalo terbaik kelahiran marisa yang telah mengabdikan diri terhadap masyarakat, adat, agama secara terpadu dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah almarhum selama menjalankan tugas sebagai Kades, beliau penuh dengan rasa tanggung jawab dan atas pengabdian yang tulus dipersembahkan untuk masyarakatnya itu, almarhum dicintai oleh masyarakatnya. ” Ungkap anak dari Almarhum itu
Selain pemerintah kabupaten yang hadir pada takziah malam ke 40 itu, Camat Duhiadaa, Camat Buntulia serta tokoh agama dan tokoh adat pun berkenan hadir. RF/Arlan
























