Angkatan 351 Atlas 1999/2000 Polda Gorontalo Turut Mengambil Bagian, Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Bolmut

banner 120x600

Rekamfakta.com, Sulawesi Utara – Bolmong Utara, angkatan 351 Atlas 1999/2000 Polda Gorontalo, turut menyalurkan bantuan kemanusiaan, kepada korban terdampak banjir dan longsor, di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Rabu, (11/03/2020).

Bantuan yang difokuskan, ke titik terkena dampak di Desa Huntu, Kecamatan Bintauna itu. Berupa paket makanan instant, beras, dan sejumlah uang, yang diterima langsung oleh Kepala Desa dan masyarakat Desa Huntu.

Salah seorang Anggota Agkatan 351 Atlas 1999/2000 Polda Gorontalo, Brigpol Husain Akuba menuturkan. Bantuan ini merupakan kontribusi, dari seluruh Angkatan 351 Atlas 1999/2000 Polda Gorontalo, yang turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Bolaang Mongondow Utara.


Baca juga :


“Alhamdulillah, hari ini kami Angkatan 351 Atlas 1999/2000 Polda Gorontalo. Berkesempatan turut mengambil bagian, menyalurkan bantuan kemanusiaan, kepada saudara-saudara kita, warga masyarakat Bolmut, yang terkena dampak banjir dan longsor,” tutur Husain

Lebih lanjut lagi Husain menjelaskan, bantuan yang sudah, disalurkan kepada para korban ini, diharapkan dapat meringankan beban duka para korban banjir dan longsor, meskipun bantuan yang pihaknya salurkan itu, belum seberapa,

“Meskipun, bantuan yang kami salurkan ini belum seberapa, tetapi kami berharap, sedikitnya ini bisa membantu meringankan, beban duka dari para korban yang terkena dampak banjir dan longsor,” harapnya.

Husain juga menambahkan, dirinya mengajak kepada seluruh, masyarakat yang terdampak banjir dan longsor, agar dapat menerima musibah ini sebagai ujian dari Tuhan, dan menjadikannya sebuah pelajaran bagi semua pihak. Untuk tetap menjaga kelestarian, dan keseimbangan alam,

“Saya mengajak masyarakat Bolmut yang terkena dampak, untuk ikhlas menerima musibah ini sebagai ujian dari Tuhan. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana pentingnya menjaga kelestarian, dan keseimbangan alam. Agar, hal-hal seperti ini, dapat kita cegah dan minimalisir resikonya,” Tutupnya. (red)