spot_img
4.6 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022
BerandaDaerahProvinsi GorontaloDemo Terkait Batu Hitam Memanas, Ini Permintaan Massa Aksi

Demo Terkait Batu Hitam Memanas, Ini Permintaan Massa Aksi

Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Aliansi Pemuda Dan Mahasiswa Pemerhati Lingkungan Kabupaten Bone Boalango bersama Masyarakat lakukan aksi unjuk rasa terkait pertambangan ilegal batu hitam, Kamis, (10/03/2022)

Unjuk rasa dilakukan di berbagai titik lokasi, yaitu didepan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Bolango, Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone Bolango, dan di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo.

Koordinator Aksi (Korlap), Himawan S. Umar, Kepada Media Jaringan Forum Wartawan Kejaksaan menyampaikan, pihaknya meminta kejelasan Kejari Bone Bolango terkait pemanggilan terhadap para investor batu hitam yang ada di Kecamatan Suwawa.

“Aksi hari ini terkait persoalan batu hitam di Kabupaten Bone Bolango. Tadi kita sudah datangi Kejari Bone Bolango untuk mempertanyakan pemanggilan terhadap investor batu hitam. Namun penjelasan daripada Kejaksaan, memang sudah ada pemanggilan 1,2 kali. Dan yang dipanggil itu sebanyak 5 orang, namun sampai hari ini satu orang untuk memenuhi panggilan itu belum datang.” Kata Himawan.

D8deab51 Bc15 4d63 87bc 95e060bed7a3
Massa Aksi Saat Berada Didepan Kantor Kejaksaan Tinggi

Dirinya juga mempertanyakan upaya Aparat Penegak Hukum (APH) kabupaten Bone Bolango yang melakuka pemanggilan tertutup terhadap para investor.

“Kami juga mempertanyakan kenapa pemanggilan ini dilakukan secara tertutup, tidak dipublish. Alasan mereka (Kejari Bone Bolango) kalau dipublish para investor akan lari, nah ini juga alasan – alasan menurut kami APH dalam hal ini Kejari Bone Bolango. Kami mendorong, dan meminta segera dipanggil kembali dan diperiksa para investor ilegal batu hitam.” Pintanya.

“Ini seharusnya menjadi tamparan besar bagi APH yang ada di Provinsi Gorontalo. Kenapa barang ilegal yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo, khususnya di Bone Bolango itu hanya Polda Jawa Timur yang mampu menahan 5 truk? Sementara Gorontalo tidak pernah. Nah kemarin juga Polda Gorontalo telah menahan 5 truk batu hitam, dan sesuai penjelasan pak Kasad tadi masih dalam tahap pemeriksaan dan supir (Truk) telah dinyatakan terdakwa.” Sambungnya.

Dalam aksi tersebut mereka juga meminta agar APH yang menangani kasus tersebut. Untuk tidak bermain mata dengan para investor.

“Ini juga patut kita duga, jangan sampai APH di Provinsi Gorontalo bermain mata dengan para investor. Makanya kita usut kembali, sehingga APH di Provinsi Gorontalo memang benar – benar bekerja sesuai tupoksi, independensi untuk hukum yang ada di Indonesia, khusunya yang ada di Provinsi Gorontalo.” Harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Gorontalo, Muhammad Kasad, SH.,MH ketika menerima masa aksi mengatakan, sejauh ini proses penanganan pertambangan ilegal batu hitam yang ada di Bone Bolango belum masuk di Kejati Gorontalo. Dirinya meminta kepada sejumlah masa aksi untuk mempertanyakan hal tersebut, ke APH yang menangani, dalam hal ini Polda Gorontalo.

E472be92 6327 4b55 Bb69 E6a7be611ce4
Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Gorontalo, Muhammad Kasad, SH.,MH Saat Menerima Massa Aksi

“Berhubung ini belum berproses di Kejaksaan Tinggi Gorontalo, kami takut memberikan statemen. Apalagi menjelaskan terkait yang bukan tanggung jawab kami, olehnya teman – teman silahkan tanyakan kepada APH yang menangani kasus tersebut.” Pungkas Kasad.

Sebelumnya telah beredar berita dimana Polda Gorontalo melalui Paminal telah menahan dan mengamankan sejumlah 5 truk bermuatan batu hitam dan diduga ada oknum polisi yang bertugas di Polres Bone Bolango yang ikut terlibat dalam bisnis tambang ilegal tersebut tetapi hingga saat ini penyelesaiannya belum mendapatkan titik terang.

Rachmad/RF

***Jaringan Forum Wartawan Kejaksaan Gorontalo***

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!