Ini Penyampaian Pihak Yayasan Terkait STMIK Ichsan Gorontalo

Pihak Yayasan Saat Audience Dengan Para Mahasiswa dan Alumni
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Perubahan status STMIK Ichsan Gorontalo dan STIH Ichsan Gorontalo Utara (Gorut) menjadi Universitas Ichsan Gorontalo Utara menuai banyak kritikan dari para mahasiswa dan Ikatan Alumni (IKA).

Hal Ini disampaikan pada pertemuan yang digelar oleh pihak Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo dengan para mahasiswa dan IKA STMIK di gedung lantai III Ichsan Gorontalo, Senin (12/06/2023).

Kepada awak media, pembina YPIPT Ichsan Gorontalo yang juga Rektor Universitas Ichsan Gorontalo, Abdul Gaffar Latjoke mengatakan, pertemuan yang dilangsungkan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi dari para mahasiswa dan IKA STMIK guna mencari solusi agar dari persoalan ini tidak ada yang merasa dirugikan.

“Pertemuan ini saya sampaikan bahwa sudah keluar SK penggabungan STMIK dengan STIH Ichsan Gorontalo Utara menjadi Universitas, sehingga ini perlu dibutuhkan emigrasi data, dari kedua perguruan tinggi ini menjadi Universitas”.

“Maka dari itu pertemuan ini terselenggara, kami dari pihak yayasan menawarkan beberapa pilihan, diantaranya untuk tetap kuliah di Universitas Ichsan Gorontalo Utara, atau pindah ke kampus Unisan dengan jurusan yang sama dan tidak ada yang akan dirugikan, karena ini emigrasi data dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas”, ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa persoalan yang terjadi saat ini adalah hal yang wajar dan harus dimengerti,  karena ini menyangkut rasa cintanya mahasiswa dan alumni kepada STMIK Ichsan Gorontalo.

“Kami sementara melakukan negosiasi terkait poin-poin apa saja yang menjadi permintaan dari mereka, dan itu akan dituangkan dalam pakta integritas sebagai dasar yang harus kami sepakati bersama”, jelasnya

Selain itu, Bagi mahasiswa yang memilih melanjutkan di Universitas Ichsan Gorontalo Utara, kata Gafar tidak harus pindah untuk tinggal disana karena dapat berkuliah dan melanjutkan pendidikannya melalui kampus yang ada di kota.

“Tinggal dia memilih, dia mau kuliah dimana, karena seperti saya bilang tadi dari pertemuan ini kami berusaha agar semaksimal mungkin tidak ada pihak yang merasa dirugikan”, Pungkasnya.

Rachmad/RF