Rekamfakta.com, Bone Bolango – Polsek Kabila Bone bersama Pemerintah setempat menggagas Desa percontohan dengan tema Wisata Tangguh di Desa Botutonuo Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Program 100 hari Kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang salah satu programnya adalah mengefektifkan operasionalisasi Kampung tangguh.
Saat diwawancarai awak media rekamfakta.com, Kapolsek Kabila Bone IPTU Mahyudin Popoi, SH menjelaskan bahwa saat ini ia beserta personil Polres beserta aparat Pemerintah Kecamatan Kabila Bone sementara melakukan pembenahan-pembenahan di wilayah lokasi wisata Botutonuo.
Wisata Tangguh ini digagas dengan maksud memberikan edukasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini masih mewabah, dimana seluruh warga masyarakat sekitar dan para pengunjung di lokasi wisata di wilayah tersebut dapat tetap mematuhi Protokol kesehatan (Prokes)
“Hal Ini juga sebagai gerakan mendisiplinkan warga dan pengunjung tempat wisata agar tetap disiplin dan patuh pada Protocol Kesehatan, dengan sering mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, untuk mencegah penyebaran wabah covid-19,” ujar Mantan Kapolsek Taluditi tersebut.
IPTU Mahyudin juga menyampaikan bahwa Kecamatan Kabila Bone memiliki 9 desa dengan jumlah warga sekitar 7 ribuan dan 85 persen warganya berprofesi sebagai Nelayan dan 15 persennya Petani, dan hingga saat ini Kabila Bone masih merupakan zona hijau.
Akan tetapi zona hijau ini tidak membuat pihaknya bersama seluruh Personil Polsek Kabila Bone santai begitu saja, malahan Kapolsek yang murah senyum ini tidak henti-hentinya terus turun ke lapangan guna memberikan himbauan dan sosialisasi kepada warga masyarakat agar tetap disiplin dan patuh terhadap Prokes.
Sebagai bukti, dirinya bersama Personil Polsek Kabila Bone tidak segan-segan membubarkan acara, pesta atau kegiatan yang didapati membuat kerumunan orang dan tidak mematuhi Protokol Kesehatan, termasuk kerumunan dilokasi wisata.
“Contohnya kegiatan ditempat wisata, beberapa kali kami bubarkan karena diamati dalam satu kelompok sudah melebihi dari 30 orang begitu juga penyedia yang didapati tidak menyediakan tempat cuci tangan, diberikan sangsi lokasinya ditutup,” tegas .
IPTU Mahyudin berharap dengan dibentuknya wisata tangguh di Kecamatan Kabila Bone dapat lebih mensejahterakan dan meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi wisata dengan tidak mengesampingkan kedisiplinan dan kepatuhan kepada Protocol Kesehatan.
“Masyarakat Kabila Bone, khususnya warga yang ada disekitar lokasi wisata maupun pengelola tempat wisata, diperlukan kesadaran diri dari mereka masing-masing untuk mematuhi Prokes, karena disamping warga sekitar ada penghasilan sampingan, dilain sisi juga pengunjung atau wisatawan dapat menikmati liburan dengan enak tanpa ada rasa khawatir akan terjangkit virus COVID-19,” tutup Kapolsek yang murah senyum ini. (0N4L/RF)




























