Rekam Fakta, Gorontalo – Sepasang suami istri asal Ternate harus menelan pil pahit di Tanah Suci. Niat suci menunaikan ibadah haji berubah menjadi kisah pilu. Mereka mengaku dirugikan hampir setengah miliar rupiah oleh sebuah biro travel milik politisi aktif Gorontalo, Mustafa Yasin anggota DPRD Provinsi sekaligus Direktur Utama PT. Novavil Mutiara Utama.
“Kami dijanjikan visa haji resmi, tapi ternyata diberangkatkan pakai visa amil,” ungkap mereka lirih, menyimpan luka yang belum kering.
Dengan harapan beribadah secara nyaman lewat jalur Furoda, mereka justru ‘terdampar’ di Jeddah tanpa kepastian. Uang sebanyak Rp487 juta untuk dua orang yang mencakup tiket, penginapan, transportasi, hingga konsumsi hilang begitu saja. Ditambah lagi kerugian usaha yang ditinggalkan selama sebulan lebih, mereka memperkirakan kerugian total menembus Rp1 miliar.
“Usaha kami harus tutup. Biasanya omzet bisa Rp40 juta sehari. Kami benar-benar hancur, secara lahir batin,” kata mereka dengan mata berkaca-kaca.
Parahnya, fasilitas yang dijanjikan justru jauh dari kata layak. Mereka mengaku hanya diberi makan sekali sehari, bahkan kadang tak diberi sama sekali. Bersama jamaah lain, mereka harus iuran beli beras dan lauk, lalu memasak sendiri.
“Katanya semua ditanggung. Nyatanya, kami hidup seperti pengungsi,” ucap korban.
Ironisnya, pihak travel justru kerap meminjam uang ke para jamaah dengan alasan yang tidak jelas. “Kami dan beberapa jamaah lain dimintai uang. Setelah itu, kontak sulit. Nomornya sekarang tidak aktif.”
Saat ditawari tetap melanjutkan perjalanan ke Mekkah, mereka menolak mentah-mentah.
“Buat apa? Niat kami sudah rusak. Ibadah itu soal hati, dan hati kami sudah hancur.”
Mereka menegaskan bahwa ini bukan soal gagal jalan-jalan. Ini soal hilangnya kesempatan untuk beribadah.
“Kami datang bukan untuk selfie di Masjidil Haram. Kami datang untuk memenuhi panggilan Allah. Tapi semua itu dihancurkan oleh kebohongan dan manipulasi.”
Kini, pasangan ini hanya ingin satu hal, uang mereka dikembalikan. Namun rasa trauma masih membekas. Mereka takut kembali tertipu, bahkan oleh kata-kata manis yang sama.
“Semua yang dia katakan dari awal sampai akhir—bohong semua. Kami sudah tidak percaya.”
Lebih jauh, mereka memperingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel ibadah, apalagi yang punya afiliasi politik.
“Kasihan jamaah yang nggak ngerti. Kami sudah rasakan sakitnya jadi korban biro perjalanan penuh drama.”
“Kami bukan satu-satunya korban. Tapi kami juga nggak mau diam. Kami akan bicara terus sampai uang kami kembali dan ada yang bertanggung jawab.”
“Kami datang dengan niat haji, tapi pulang dengan luka, utang, dan trauma.”
Jika tak ada pertanggungjawaban, mereka memastikan akan melapor resmi ke Mapolda Gorontalo bersama jamaah lainnya dalam waktu dekat.
Sementara itu, Mustafa Yasin, Direktur PT. Novavil Mutiara Utama, dilaporkan masih berada di Arab Saudi, dengan dalih menyelesaikan berbagai persoalan haji yang ia berangkatkan sebelumnya.




























