Rekam Fakta, Tajuk – Nama “Gobel” mungkin terdengar familiar di telinga generasi 90-an, terutama lewat ajang penghargaan bergengsi Panasonic Gobel Awards. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik nama itu tersimpan sosok visioner yang punya andil besar dalam membangun industri elektronik nasional: Thayeb Mohammad Gobel.
Lahir di Bone Bolango, Gorontalo, pada 12 September 1930, Thayeb adalah tokoh perintis yang menyalakan api pertama industri elektronik Indonesia. Pada tahun 1954, ia mendirikan pabrik radio pertama di Indonesia, Transistor Radio Manufacturing Co, yang berlokasi di Cawang, Jakarta.
Sebelum mendirikan pabriknya sendiri, Thayeb sempat bekerja di NV Behring, perusahaan perakitan radio asal Austria. Di situlah semangat dan ketekunannya terhadap dunia elektronik mulai tumbuh. Dengan idealisme dan komitmen yang kuat, ia meluncurkan produk lokal yang legendaris: Radio Tjawang. Dalam kurun 1954–1964, produk ini berhasil menembus angka penjualan satu juta unit — sebuah prestasi luar biasa untuk ukuran industri dalam negeri kala itu.
Tahun 1957 menjadi titik balik. Dalam perjalanannya ke Jepang, Thayeb bertemu Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita Electric Industrial Co. Dari pertemuan itu lahir kerja sama monumental: National Gobel, yang kelak dikenal sebagai Panasonic-Gobel. Mereka fokus memproduksi peralatan elektronik rumah tangga, menjawab kebutuhan pasar domestik dan menyokong modernisasi Indonesia.
Kontribusinya tidak berhenti di situ. Menjelang Asian Games 1962 di Jakarta, perusahaan Gobel memproduksi sekitar 10 ribu televisi hitam-putih—mengantar momen olahraga terbesar Asia itu ke ruang keluarga rakyat Indonesia. Dari situ, nama National Gobel makin berkibar dan terus berkembang menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang kita kenal hingga hari ini.
Atas jasanya dalam membangun industri nasional, Thayeb Mohammad Gobel dianugerahi tanda kehormatan Satyalencana Pembangunan oleh pemerintah Indonesia pada 25 Februari 1972.
Thayeb wafat pada 21 Juli 1984, tetapi warisannya tak pernah padam. Kini, tongkat estafetnya diteruskan oleh sang anak, Rachmat Gobel, yang juga aktif berkontribusi di dunia industri dan parlemen.
Jejak Thayeb Gobel adalah kisah tentang tekad, kerja keras, dan cinta tanah air yang dituangkan melalui industri. Ia bukan hanya membangun pabrik dan produk, tetapi juga harapan akan kemandirian teknologi bangsa.




























