Berita  

‎Rachmat Gobel Minta PLN Siapkan Peta Kebutuhan Listrik Gorontalo untuk Dukung Pembangunan Ekonomi

Rachmat Gobel Saat Melaksanakan Pertemuan Dengan Pihak PLN (Doc. Kabar Gorontalo)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, melakukan silaturahmi dan pertemuan dengan jajaran pimpinan PLN (Perusahaan Listrik Negara) wilayah Gorontalo, Jumat (13/3/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan sektor kelistrikan dalam mendukung rencana pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah.

‎Dalam pertemuan itu, Gobel mengungkapkan bahwa selama ini ia sering mendengar informasi bahwa Gorontalo mengalami surplus listrik. Namun menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh dengan mempertimbangkan rencana pembangunan besar yang akan datang di wilayah tersebut.

‎“Saya sempat terdiam ketika mendengar Gorontalo disebut surplus listrik. Kita memang sudah keluar dari kondisi gelap menuju terang, tetapi ke depan tantangannya berbeda karena pembangunan ekonomi akan terus berkembang,” ujar Gobel.

‎Ia menilai kebutuhan energi listrik ke depan akan meningkat seiring dengan berbagai rencana pembangunan strategis di Gorontalo, termasuk pengembangan kawasan ekonomi dan industri. Oleh karena itu, PLN diharapkan dapat menyiapkan perencanaan kebutuhan listrik secara matang agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Rachmat Gobel juga menyinggung rencana pengembangan pelabuhan di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Kawasan tersebut nantinya direncanakan berkembang menjadi kawasan ekonomi pangan dan industri, bahkan akan dibangun kawasan permukiman modern hingga kota baru.

‎“Kalau kita melihat rencana pengembangan pelabuhan di Gorontalo Utara, di sana nanti akan ada kawasan ekonomi pangan dan industri, pembangunan perumahan hingga apartemen, bahkan kota baru. Artinya kebutuhan listrik harus benar-benar dipetakan sejak sekarang,” jelasnya.

‎Menurut Gobel, pembangunan infrastruktur energi harus mengikuti arah pertumbuhan ekonomi daerah. Ia meminta PLN menyiapkan data dan informasi terkait kebutuhan listrik masa depan Gorontalo agar perencanaan pembangunan dapat berjalan efektif.

‎Selain sektor kelistrikan, ia juga menyinggung pentingnya sinergi dengan Pertamina dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Lebih lanjut, Gobel menegaskan bahwa perencanaan pembangunan energi harus berbasis kebutuhan riil daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur listrik tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

‎“Jangan sampai kita membangun infrastruktur listrik yang besar, seperti jaringan bawah laut, tetapi ternyata aktivitas ekonominya masih terbatas. Bisa saja solusi yang lebih tepat adalah pembangkit skala kecil yang dikelola masyarakat, misalnya melalui koperasi,” ujarnya.

‎Ia berharap melalui kajian yang matang dari para ahli dan pemangku kepentingan, Gorontalo dapat memiliki peta pembangunan energi yang jelas untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

‎Dengan perencanaan yang tepat, Gobel optimistis sektor kelistrikan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Gorontalo.

‎***