Rekam Fakta, Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melontarkan pernyataan keras terkait isu yang menyeret namanya dalam kasus pembacokan di Pasar Sentral.
Adhan menegaskan dirinya bukan politisi instan yang mudah dibodohi. Ia menyebut perjalanan politiknya ditempa oleh berbagai konflik dan tekanan sejak awal kariernya, sehingga dirinya tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba menjatuhkannya.
Menurutnya, kemunculan isu yang mengaitkan namanya dengan kasus pembacokan di Pasar Sentral merupakan sesuatu yang janggal dan patut dipertanyakan.
“Saya ini lahir dari konflik. Jadi kalau ada konflik, pasti saya lawan,” ujarnya.
Ia menilai kasus pembacokan yang terjadi di Pasar Sentral kini justru dijadikan pintu masuk untuk menyeret namanya. Dalam sejumlah poin yang beredar, kata Adhan, kasus tersebut seolah diarahkan untuk menjerat dirinya sebagai Wali Kota Gorontalo.
Adhan bahkan secara terbuka menyampaikan kecurigaannya terhadap langkah pihak Kejaksaan Negeri Gorontalo. Ia menduga ada kepentingan politik yang bermain di balik upaya tersebut.
“Saya menduga Kejari dipakai oleh partai untuk menjerat saya. Kasus pembacokan itu dijadikan alat. Padahal saya tidak ada urusan dengan itu,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar pihak kejaksaan tidak mengganggu pekerjaannya dalam mengurus pemerintahan di Kota Gorontalo.
“Jangan cari hal. Saya lagi mengurus kota. Jangan ganggu saya,” katanya.
Menurut Adhan, jika memang ada persoalan hukum serius, seharusnya berkaitan dengan kasus korupsi, bukan perkara pembacokan yang menurutnya tidak memiliki hubungan dengan dirinya.
Pernyataan paling keras disampaikannya saat menyinggung kemungkinan aksi setelah Idulfitri nanti.
“Habis Lebaran saya akan demo Kejari. Saya akan usir Kajari dari Kota Gorontalo. Pokoknya gulung Kejari,” tegasnya.




























