Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Seorang petani berinisal RK (41), warga Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Ditemukan tak bernyawa, di kebun temannya, di tempat dirinya biasa mengikat sapi. Rabu, (01/04/2020).
Menurut informasi yang didapatkan media ini, Pada hari Selasa (31/03/2020), sekitar Pukul 06.00 Witai, RK pergi ke kebun untuk merontok padi, bersama dengan HK (60), yang juga warga Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, sampai pada Pukul 17.00 Wita.
Setelah melakukan pekerjaan mereka, HK pulang dengan membawa perontok padi ke kebunnya, dan korban saat itu, diinformasikan menuju ke kebun milik YS, untuk mengikat sapi milik korban. Dengan saat bersamaan HK sudah langsung kembali kerumahnya yang berdekatan dengan rumah korban, dengan meninggalkan korban saat itu masih sedang mengurus sapi miliknya.
Keesokan harinya, Rabu, (01/04/2020) sekitar Pukul 06.30 Wita, SK (Istri Korban) khawatir dengan suaminya yang belum pulang ke rumah, yang kemudian mencari RK hingga ke kebun milik YS. Sesampainya dilokasi, Istri korban kaget dengan kondisi suaminya saat itu, yang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di kebun milik YS.
Mengetahui keadaan dari suaminya saat itu, YS langsung kembali kerumah dan memanggil RM tetangganya dan saudara dari HK, untuk mengevakuasi jenazah korban ke rumah. Setibanya dirumah korban Pukul 09.30 Wita, pihak keluarga korban segera menghubungi Kepala Desa untuk melaporkan hal itu pada pikak Polsek Kecamatan Anggrek.
Setelah menerima informasi dari pihak korban tentang adanya kejadian tersebut, Polsek Kecamatan Anggrek yang dipimpin oleh IPDA. Jaka Wiharja dengan berkoordinasi dengan Polres Gorontalo Utara, langsung turun ke lokasi tempat kejadian dengan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara AKP. Syang Kalibato, dan langsung melakukan tindakan. (MYP/RF)




























