Rekamfakta.com, Kabupaten Pohuwato – Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato diduga melakukan penipuan kepada salah satu masyarakat yang berada di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur.
Ini diungkapkan langsung oleh Ruli, masyarakat Desa Tahele yang diduga korban dari oknum Aleg tersebut. “ Jadi awalnya saya didatangi 2 orang utusan dari Pak Wawan (Oknum Aleg) untuk mengajak untuk menambah taruhan dari 1 Juta. Jadi saya menyuruh orang saya untuk memastikan apakah benar atau tidak taruhan itu. Dan dilokasi itu ada Pak Wawan dan juga ti Ayah.” Ungkap Ruli
Ruli juga menjelaskan bahwa pada penyampaian Oknum Anggota DPRD itu, ada kesepakatan untuk tetap melanjutkan taruhan dan disaksikan oleh Kepala Desa Tahele dirumah salah satu warga.
“ Setelah Itu saya sendiri datang dan mempertanyakan sendiri apakah taruhan 100 juta, dan Pak Wawan sendiri yang bilang kalau taruhan itu tetap jadi dan bilang kalau itu so deal,.” Jelas Ruli
Ruli menyampaikan, Taruhan itu bukan menjadi persoalan, namun dirinya sangat menyesalkan tindakan dari Oknum Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra itu yang sudah mengajak masyarakat untuk taruhan turnamen sepak bola tapi malah berujung pada penipuan.
“Saya tidak tau taruhan ini, namun Pak Wawan sendiri yang mengutus dan mengajak taruhan saya namun ternyata dia (oknum aleg) sendiri yang menipu kami setelah timnya kalah. Dan Pak Wawan sendiri yang Menaikan taruhan sampai 100 Juta.” Tegas Ruli.
Bahkan dirinya juga sempat menanyakan kembali keseriusan dari oknum Anggota DPRD tersebut dalam taruhan yang sudah menjadi kesepakatan itu.
“ Saya sempat menanyakan kembali, apakah ini pembicaraan secara dewasa atau anak-anak?. Karena tidak mungkin mereka (oknum Aleg dan Kepala Desa) sebagai pejabat mau menipu masyarakatnya. Ternyata saya ditipu.” jelasnya.
Dilansir dari Media Fakta News saat melakukan wawancara pada Doni Gueno, saksi pembicaraan taruhan antara Oknum Anggota DPRD dan masyarakat bahwa pada awalnya taruhan ini hanya antara dirinya dan Aleg dari Dapil IV itu ( Wanggarasi, Lemito, Popayato Cs).
“ Awalnya pembicaraan ini hanya antara saya dan Pak Wawan sewaktu menghadiri pemakaman di Desa Trikora. Kesepakatan itu taruhan itu 1 Juta, baru saya Telfon lagi Pak Wawan kalau bisa Mo tambah taruhan. Katanya iya dan saya bilang itu bukan uang saya, Pak Wawan tetap jawab iya.” Ungkap Doni.
Senada dengan Doni, Salah satu Tokoh Masyarakat Kecamatan Popayato. Rasyid Umar juga mengatakan bahwa saat di Pasar Popayato dirinya diperintahkan oknum Aleg tersebut untuk menyampaikan terkait taruhan itu dan kemudian dikasih uang rokok.
“ Pertama hati Selasa Itu dia (oknum Aleg) datang ke pasar katanya dia mau tambah pemain, cuma dia minta saya untuk sampaikan ke Ruli kalau boleh torang taruhan. Tapi katanya kalau ngoni dapa lia saya pe pemain ngoni jangan tako baru Mo kase batal taruhan. Yang kedua, dia pulang dari duka dia singgah datang ke saya bertanya. Bagaimana? Pangge kamari Te Ruli.” Terang Rasyid.
Rachmad/RF
























