Berita  

Bau Menyengat TPA Talumelito Disorot, Kondisi Kian Parah Saat Hujan

Doc. Rekam Fakta
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito kembali menjadi sorotan. Ketua Perkumpulan Zamrud (Zona Alam Masyarakat Rawat Udara dan Daratan), Muhammad Sabri, menilai persoalan bau menyengat dari lokasi tersebut semakin meresahkan, terutama saat dan setelah hujan turun.

Menurut Sabri, aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah di TPA Talumelito bukan lagi sekadar gangguan biasa, melainkan sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ia menyebut, intensitas bau meningkat tajam ketika curah hujan tinggi, akibat proses pembusukan yang semakin cepat serta meluapnya air lindi.

“Pada saat hujan atau setelah hujan, bau itu jauh lebih menyengat. Bahkan bisa tercium hingga ke ruas jalan yang cukup jauh dari lokasi TPA. Ini tentu sangat mengganggu, baik bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diduga dipicu oleh pengelolaan sampah yang belum optimal, khususnya dalam penanganan air lindi (cairan hasil pembusukan sampah). Saat hujan, volume air meningkat dan bercampur dengan limbah organik, sehingga mempercepat pelepasan gas berbau tajam ke udara.

Sabri juga menyoroti potensi dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, paparan bau menyengat secara terus-menerus bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan warga.

“Ini bukan hanya soal bau, tapi juga soal hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi masalah serius,” tegasnya.

Perkumpulan Zamrud mendorong pemerintah provinsi Gorontalo untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari pembenahan sistem pengelolaan TPA, optimalisasi kolam penampungan lindi, hingga penerapan metode pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Selain itu, Sabri juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mengurangi beban TPA, dengan cara memilah sampah dari sumber serta mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Perlu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar TPA Talumelito tidak terus menjadi sumber masalah lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rachmad Askhar SaniEditor: Aman Apik