Rekam Fakta, Gorontalo – Aksi unjuk rasa terkait batu hitam kembali dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatas namakan dirinya, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Tapa-Bulango (APMT-B) . Jumat, 20/07/2023).
Hal ini dipicu atas terjadinya penggerebekan gudang batu hitam yang dikakukan di Desa Talumopatu oleh karang taruna dan masyarakat setempat pada hari Kamis 25/07 Kemarin.
Aksi yang dilakukan di depan Polsek Tapa dan di gudang batu hitam Talumopatu itu, mempertanyakan kinerja dari pihak kepolisian yang berada disekitar lokasi tersebut.
“Penggerebekan gudang batu hitam pada hari selasa (25/07) kemarin, hingga sampai dengan hari ini belum ada tindakan serius dari Polsek Tapa, padahal kita ketahui gudang tersebut masuk dalam wilayah hukum Polsek Tapa” ujar Aljufri selaku koordinator aksi pada saat orasi.
Ia juga menantang, Kapolda Gorontalo melakukan tindakan serius yaitu turun langsung untuk menyegel gudang batu hitam hitam yang berada di desa Talumopatu.
“Kami menantang Kapolda Gorontalo agar turun langsung untuk melakukan penyegelan gudang batu hitam yang berada di desa Talumopatu, jangan sampai ada tebang pilih untuk menangani kasus batu hitam yang berada di Provinsi Gorontalo”,Tegasnya.
Pasca aksi, Koordinator Aksi Lion Paneo juga menyampaikan, akan melakukan aksi lanjutan di Polda Gorontalo dan di Polres Bone Bolango jika belum ada tindakan serius dari pihak kepolisian.
“Jika suara kami pada hari ini tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian maka kami akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar pada hari Senin (31/07) di Polda Gorontalo dan di Polres Bone Bolango”,Pungkas Lion.
Red/RF




























