Rekam Fakta, Jakarta — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, pada Senin, 11 Mei 2026, di Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis pembangunan di Provinsi Gorontalo, mulai dari pengembangan kawasan perkotaan, pembangunan kawasan strategis, persiapan pelaksanaan PENAS, hingga evaluasi berbagai program pembangunan daerah yang sementara berjalan.
Salah satu program penting yang menjadi fokus pembahasan adalah National Urban Development Project (NUDP), yakni program pengembangan pembangunan perkotaan nasional yang bertujuan membentuk platform pembangunan kota melalui penyusunan dokumen perencanaan terpadu bernama Integrated City Planning (ICP).
Melalui dokumen ICP, pemerintah akan memetakan kebutuhan infrastruktur dasar sekaligus arah pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan perkotaan. Kota Gorontalo sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi penyusunan perencanaan pembangunan perkotaan tersebut.
Program NUDP tidak hanya melibatkan Kementerian PU, tetapi juga Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, karena konsep pembangunan yang disusun bersifat multidimensional dan tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur.
Selain pembangunan infrastruktur dasar, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, penataan ruang perkotaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga mendorong kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
NUDP sendiri dibiayai melalui skema pinjaman luar negeri dari World Bank. Dalam waktu dekat, tim penyusun ICP dijadwalkan melakukan survei dan kajian lapangan ke Gorontalo guna mengidentifikasi berbagai kebutuhan prioritas pembangunan di daerah tersebut.
Dalam pembahasan itu, turut dibicarakan progres pembangunan kawasan strategis di Gorontalo, kesiapan pembangunan untuk mendukung pelaksanaan PENAS, serta evaluasi terhadap sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan di daerah.
Rachmat Gobel menilai masuknya Gorontalo dalam program pembangunan perkotaan nasional merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pertumbuhan daerah.
“Gorontalo harus dipersiapkan menjadi daerah yang maju dan memiliki daya saing. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan kualitas hidup warga,” ujar Gobel.
Menurutnya, pembangunan perkotaan yang terencana akan menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan konektivitas dan pelayanan publik di Gorontalo.
Ia juga menyambut positif komitmen Kementerian PU bersama Bappenas, Kemendagri, dan kementerian/lembaga teknis lainnya yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan Gorontalo.
“Kita ingin Gorontalo berkembang lebih cepat dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Kehadiran program nasional seperti NUDP dan NUTP harus benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Rachmat Gobel menegaskan dirinya akan terus mengawal seluruh agenda pembangunan strategis pemerintah pusat untuk Gorontalo agar daerah tersebut mampu tumbuh menjadi kawasan yang modern, maju, dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur.
“Gorontalo tidak boleh tertinggal. Kita ingin daerah ini menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menciptakan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Gobel.















