Berita  

Menaker Hadiri Apel Besar Panasonic Gobel, Rachmat Gobel Minta Pemerintah Jaga Industri Nasional

Doc. Tim Kerja Rachmat Gobel
banner 120x600

Rekam Fakta, Jakarta — Menteri Tenaga Kerja, Yassierli menghadiri apel besar 17-an yang digelar Panasonic Gobel Group di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang diikuti ribuan karyawan itu menjadi bagian dari rangkaian Bulan Hubungan Industrial Pancasila sekaligus peringatan 70 Tahun Gobel Membangun Negeri.

Tradisi upacara bendera setiap tanggal 17 telah lama dijalankan di lingkungan Panasonic Gobel Group sejak era pendiri perusahaan, Thayeb M Gobel. Tradisi tersebut bukan hanya dilakukan pada bulan Agustus, melainkan rutin setiap bulan sebagai upaya menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, serta budaya kerja perusahaan.

Turut hadir dalam apel tersebut pimpinan Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel, M Arif Gobel, Direktur Utama Panasonic Manufacturing Indonesia Daniel Suhardiman, serta Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel Joko Wahyudi.

Dalam sambutannya, Rachmat Gobel menyampaikan kegelisahan pelaku industri nasional di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional. Ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar sebagai pasar domestik yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk menopang industri nasional.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Ini keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara Asia lainnya. Pemerintah seharusnya lebih fokus melindungi pasar dalam negeri sebagai insentif utama bagi industri nasional,” ujar Gobel.

Ia juga menyoroti maraknya impor ilegal dan kebijakan pembukaan keran impor resmi untuk sejumlah produk seperti tekstil, handicraft, hingga mebel. Khusus sektor elektronik, Gobel meminta pemerintah lebih tegas melindungi industri dalam negeri.

“Kalau barang elektronik sudah diproduksi di Indonesia, jangan diimpor lagi, Pak. Cukup itu yang saya minta,” tegasnya.

Menurut Gobel, industri tidak hanya berfungsi sebagai tempat memproduksi barang, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Bahkan dalam kondisi tertentu, industri harus mampu menjadi benteng pertahanan ekonomi bangsa.

“Saya bersuara seperti ini bukan hanya untuk karyawan Panasonic saja, tetapi untuk seluruh pelaku industri di Tanah Air. Kita harus menjaga semangat mereka agar tetap optimis dan produktif di tengah tekanan global,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tenaga Kerja juga meresmikan Ebu Center, pusat studi yang mendokumentasikan nilai-nilai perusahaan yang diwariskan pendiri Panasonic, Konosuke Matsushita, dan Thayeb M Gobel.

Konosuke Matsushita dikenal dengan Filosofi Air Mengalir yang mengajarkan tentang memberi kehidupan, sementara Thayeb M Gobel dikenal melalui Filosofi Pohon Pisang yang menekankan manfaat bagi kehidupan dan keberlanjutan.