Rekam Fakta, Makasar — Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus praktisi digitalisasi kebijakan, Dr. Achmad Risa Mediansyah, M.Si., mengapresiasi penghargaan AFEO Honorary Fellow Award yang diraih Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam konferensi ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, 22 Oktober 2026.
Mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) itu menilai, penghargaan yang akrab dikaitkan dengan sosok Prof. Jeje tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kiprah akademisi Indonesia di tingkat ASEAN, tetapi juga momentum memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
Menurut Achmad Risa, tantangan dunia akademik bukan sekadar menghasilkan penelitian dan meraih pengakuan internasional, melainkan memastikan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga perencanaan pembangunan didasarkan pada data, penelitian ilmiah, dan evaluasi yang terukur,” ujarnya.
Ia menilai, capaian Prof. Jeje relevan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan sumber daya manusia, sains dan teknologi, serta hilirisasi industri. Hasil penelitian perguruan tinggi perlu didorong menjadi inovasi yang meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing nasional.
Kepakaran Prof. Jeje di bidang kelautan dan konservasi pesisir juga dinilai relevan dengan pengembangan ekonomi biru dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan kebijakan yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya laut, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Pengakuan internasional harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Ukuran keberhasilan riset bukan hanya publikasi atau penghargaan, tetapi juga manfaatnya bagi masyarakat dan kualitas kebijakan publik,” kata Achmad Risa.
Ia berharap capaian tersebut mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, termasuk di Sulawesi Selatan, agar riset dan inovasi semakin berperan dalam perencanaan pembangunan serta mendukung perwujudan Asta Cita menuju Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.



















