Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Profiling dan In House Training yang dilaksanakan selama 3 hari oleh DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo berakhir pada hari Minggu kemarin, (27/09/2020).
Sebuah Partai Modern jika ingin maju, perlu melakukan penguatan struktur Partai melalui program pendidikan dan pelatihan yang rutin atau berkala. Organisasi partai harus rapi, baik dari segi konsep pengelolaan maupun program-program yang ditawarkan. Kesalahan mengelola akan berdampak fatal pada hasil akhir : Output dan Outcome, yang mengakibatkan para pengurus menjadi sangat pragmatis dan lebih memprioritaskan urusan pribadi atau kelompok maupun golongan.
Wakil Ketua DRPD Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, ST yang menjadi peserta pelatihan, saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa Profiling & In House Training ini dilaksanakan dalam rangka pemetaan pengurus sesuai dengan tupoksi di kepengurusan, sehingga hasil dari pelatihan ini nanti akan ada rekomendasi yang akan keluar untuk melihat atau meninjau kembali tentang kepengurusan sesuai dengan kapasitas yang bersangkutan.

“Kita menentukan pengurus bukan hanya sekedar melihat Tokoh saja, bahwa dia mampu disini, dia pengalaman di partai A, partai B atau partai C, sekarang dengan adanya profiling ini tidak begitu, ada hal-hal yang kita gali terhadap pribadi pengurus itu sendiri, sehingga dengan itu kita dapat menentukan persoalan, bahkan mungkin menempatkan dia di jabatan yang lain, begitu tujuannya,” ungkap Sofyan Puhi.
Sofyan menambahkan bahwa seluruh pengurus NasDem di Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dilihat dan di sorot, jadi Partai ini tidak sekedar menempatkan orang sesuai kapasitas pribadinya, tapi dilihat betul-betul apakah dia mempunyai kapasitas untuk itu, selain itu juga komitmennya, ada yang punya kapasitas tapi tidak punya komitmen.
“Karena kita Partai modern dan tantangan kita hari ini adalah partai modern, kita harus menempatkan orang yang tepat, karena bekerja di partai ini kan, bekerja tanpa ikatan apa-apa, Kemudian juga paling besar harus ada rasa memiliki, karena kebanyakan orang masuk Partai ini tidak ada alasan memiliki, hanya mungkin ada sesuatu misalnya, kayak orang pergi ke warteg kan, datang lalu beli kemudian makan lalu pulang, sekarang tak bisa begitu lagi, karena Eksekutif dan Legislatif itu di atur oleh Partai,” tutup Sofyan Puhi. (0N4L/RF)















