Rekam Fakta, Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan penerapan sanksi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar dua persen bagi pejabat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak menghadiri kegiatan pemerintah daerah tanpa keterangan tertulis.
Penegasan tersebut disampaikan Adhan dalam rapat koordinasi dan evaluasi bersama jajaran Pemerintah Kota Gorontalo di Aula Bhandayo Lo Yiladia, Minggu (23/8/2026).
Adhan menyebut, sanksi pemotongan TPP akan diberlakukan setiap kali aparatur tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebijakan itu, menurutnya, berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah daerah tanpa terkecuali.
“Yang tidak menghadiri kegiatan pemerintah daerah tanpa keterangan tertulis akan dikenai pemotongan TPP sebesar dua persen. Ini berlaku untuk semua,” tegas Adhan.
Kebijakan tersebut muncul setelah Adhan mengaku masih menemukan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah hingga ASN yang dinilai kurang aktif mengikuti agenda pemerintahan.
Padahal, berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Gorontalo merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh aparatur.
Adhan juga menyoroti rendahnya partisipasi sejumlah pejabat dan ASN dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan Wawasan Bulan Kebangsaan.
Sejak awal Agustus, pemerintah daerah telah menggelar berbagai agenda olahraga dan kesenian. Namun, ia menilai masih terdapat aparatur yang tidak menunjukkan partisipasi sebagaimana diharapkan.
Salah satu yang menjadi sorotan ialah kegiatan lomba bola basket pada Minggu (23/8/2026) siang. Adhan mengaku telah meminta jajaran pemerintah daerah untuk hadir, tetapi masih banyak pejabat dan ASN yang tidak memenuhi undangan tersebut.
“Saya minta untuk hadir di kegiatan lomba basket jam 1 siang, tapi banyak yang tidak hadir. Padahal ini kegiatan kita, ini acara kita,” ujar Adhan.
Menurutnya, persoalan kehadiran tidak sekadar berkaitan dengan administrasi atau daftar hadir. Lebih dari itu, partisipasi dalam agenda pemerintah mencerminkan soliditas, kedisiplinan, serta komitmen aparatur dalam menjalankan roda pemerintahan.
Adhan bahkan menyebut, sikap aparatur dalam mengikuti kegiatan pemerintah dapat menjadi gambaran keseriusan mereka dalam bekerja.
“Dari sini saya sudah bisa melihat siapa-siapa yang serius mau bekerja dengan saya dan siapa-siapa yang hanya main-main dan bisanya cuma memuji-muji saya. Saya tidak gila pujian,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Pemkot Gorontalo memperkuat kerja sama, meningkatkan disiplin, serta menunjukkan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan agenda pemerintahan.
Adhan berharap, keterlibatan seluruh aparatur tidak hanya memperkuat koordinasi internal, tetapi juga memastikan setiap kegiatan dan kebijakan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya minta adalah kerja sama agar bagaimana kita sama-sama bisa memaksimalkan apa yang kita laksanakan, baik kegiatan maupun kebijakan, dan itu berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (Adv)


























