Apel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri, Gubernur Gorontalo Pimpin Apel Ops Ketupat Otanaha 2021

LFKF
Kapolda Gorontalo, Gubernur, Danrem 133/NW, Kabinda Dan Kajati Serta Karo Ops Polda Gorontalo Saat Sesi Wawancara Apel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1422 H
banner 120x600

Rekamfakta.com, Polda Gorontalo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2021 Dalam Rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah, bertempat lapangan apel Mapolda Gorontalo, Rabu (05/05/2021) dan Apel Ops Ketupat ini digelar secara serentak se-Indonesia.

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri langsung Kapolda Gorontalo Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Wakapolda Brigjen Pol Drs. Pudji Prasetijanto Hadi, M.H. beserta Pejabat Utama Polda Gorontalo dan Polres jajaran.

Turut hadir juga para Pimpinan OPD Provinsi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi, Kepala Jasa Raharja Provinsi Gorontalo, Kepala Bandara Djalaludin, Kabinda, Wakil Bupati Gorontalo Hendra S. Hemeto, Wakil Bupati Bone Bolango Merlan Uloli, Kepala Satpol-PP, Linmas dan Kebakaran Provinsi Gorontalo Sudarman Samad, Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung, Ketua DPRD Kabgor Syam T Ase, Wakil Ketua DPRD Kota Rivai Bukusu, WaliKota Gorontalo Marten Taha, Kadis Perhubungan Provinsi Djamal Nganro.

E3294393 D6d1 4d03 8a1a 88bc6c0f1fbc
Gubernur Gorontalo Saat Tiba Di Lokasi Apel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

Dalam sambutannya Gubernur Rusli Habibie mengatakan, bahwa menjelang hari raya idul fitri 1442 Hijriah, Tren kasus COVID-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi covid-19. Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul!
Fitri tahun 2020/1441 H.

“Berdasarkan Survei Kementrian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masi terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan operasi ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi (SALUS POPULI SUPREMA LEX ESTO)”. Tuturnya

Rusli Habibie juga menyinggung penyebaran COVID-19 yang terjadi di uar negri. Setbagai contoh di India, terjadi Penambahan kasus baru hingga mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam sehari. Hal ini disebabkan kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Indonesia tidak boleh lengah, terlebih dengan adanya varian baru covid-19 dari sejumlah negara yang masuk di Indonesia. Untuk mengatasi kasus covid-19 yang berasal dari luar negeri tersebut, Polri bersama dengan satgas yang berada di bandara dan pelabuhan internasional telah melakukan pengawasan terhadap masuknya pelaku perjalanan internasional,” ujarnya

Lebih Lanjut Gubernur Gorontalo mengatakan, Kapolda Gorontalo juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengawasi pelaku perjalanan internasional secara ketat. ” Untuk mengawasi pelaku perjalanan internasional secara ketat. Pastikan pelaksanaan karantina di tempat yang telah ditunjuk sesuai dengan manifest pelaku,” tegasnya

0N4L/RF)