Berita  

‎Aspirasi Rachmat Gobel Wujudkan Jembatan Gantung Aman di Desa Tumba, Warga Bersyukur‎

Doc. Rekam Fakta
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Aspirasi masyarakat Desa Tumba, Kecamatan Sumalata, akhirnya terjawab melalui peresmian jembatan gantung yang telah direhabilitasi menjadi lebih kokoh dan aman. Jembatan yang sebelumnya rawan kecelakaan itu kini resmi difungsikan kembali berkat dukungan aspirasi Anggota DPR RI Dapil Gorontalo dari Partai NasDem, Rachmat Gobel.

‎Peresmian jembatan tersebut dilaksanakan pada Senin (16 Februari 2026) dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo yang juga Sekretaris DPW Partai NasDem Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan bahwa jembatan ini sudah lama dinantikan warga.

‎“Lama rakyat menunggu, dan akhirnya ini direspon cepat oleh Rachmat Gobel, karena sebelumnya sudah banyak yang celaka akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan,” ujar Ridwan.

‎Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital karena tidak hanya menjadi akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari, tetapi juga digunakan oleh anak-anak sekolah.

‎“Yang kedua, jembatan ini juga digunakan anak-anak sekolah. Jadi fungsinya sangat penting bagi keselamatan dan masa depan generasi kita,” tambahnya.

‎Ridwan menjelaskan, jembatan tersebut menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju lahan pertanian, sawah, dan ladang, sehingga memperlancar arus distribusi hasil pertanian warga. Selain itu, jembatan ini menghubungkan dua desa yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut.

‎“Jembatan ini menghubungkan dua desa. Mereka sangat bersyukur sekali karena sekarang aksesnya jauh lebih aman dan layak,” ungkapnya.

‎Rehabilitasi jembatan gantung Desa Tumba ini menelan anggaran sekitar Rp500 juta yang bersumber dari aspirasi pribadi Rachmat Gobel sebagai bentuk komitmen dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya.

‎”Dengan rampungnya perbaikan ini, diharapkan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui akses yang lebih aman dan representatif,” tandasnya.

‎***