Budiyanto Napu : “Sebagai Warga Negara Yang Baik, Tanpa Dimintapun Rahmijati Jahja Sekeluarga Lakukan Swab Kontrol”

Ewwe
Rahmijati Jahja, S.Pd (Jilbab Hitam) Saat Melakukan Swab Kontrol Pada Senin Kemarin (27/07/2020)
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Sudah lebih 12 hari Keluarga Besar Bobihoe – Jahja beserta seluruh masyarakat Gorontalo berkabung atas kepergian mantan Bupati Gorontalo 2 periode, Almarhum Drs. H. David Bobihoe Akib, M.Sc, MM, dukungan dan ucapan Belasungkawa serta Do’a terus mengalir, baik dari Pejabat dan masyarakat Gorontalo maupun yang dari luar Gorontalo kepada Keluarga dan handai tolan yang berduka.

Akan tetapi meskipun masih dalam keadaan berduka dan sebagai Warga Negara yang baik, Sang Senator Rahmijati Jahja S.Pd beserta beberapa anggota keluarganya pada Senin kemarin melakukan Swab Kontrol pada instansi terkait.

895c33bc Dd8d 41aa 92e5 12e6b41682cc
Foto Kenangan Almarhum David Bobihoe Semasa Hidupnya.

Hal ini dilakukan atas inisiatif Rahmijati sendiri dan keluarga hanya demi untuk memulihkan nama baik Almarhum yang di infokan terpapar C-19 dan demi menghapuskan rasa kekhawatiran warga yang mendapatkan informasi tersebut.

Budiyanto Napu, SH. MM selaku Tenaga Ahli Rahmijati Jahja, S.Pd di DPD-RI menyatakan bahwa seolah jasa-jasa besar Almarhum selama 4 tahun sebagai Sekda dan 10 tahun sebagai Bupati dalam membangun Kabupaten Gorontalo, jika di ibaratkan hanya terhapus oleh hujan rintik-rintik sehari dengan adanya info itu.

“Saya tidak habis pikir, bagaimana bisa, Almarhum yang hasil diagnosa pertamanya adalah demam berdarah dan itu adalah hasil laboratorium PRODIA, terus sampai bisa dinyatakan positif COVID-19, pasca mendapatkan perawatan di Rumah Sakit transit RS Aloei Saboe,” keluh Budiyanto.

“Hal ini tentu saja sangat mengecewakan pihak keluarga besar dari Almarhum, terutama Keluarga Besar Bobihoe dan Keluarga Besar Jahja yang berdampak pada kondisi psikis dan mental keluarga yang berduka, dan Ibu Rahmijati sebagai Anggota Komite III DPD-RI yang salah satu tugasnya melakukan pengawasan di bidang Kesehatan tentunya sangat paham dengan Protocol Kesehatan, bahkan Ibu Rahmijati sudah 2 kali Tes Swab, Tes yang pertama itu sehari setelah Almarhum David Bobihoe wafat, dan yang kedua Senin kemarin itu,” tambah Budiyanto Napu lagi.

Budiyanto mengatakan saat Almarhum berada di RS Dunda Limboto sampai ke Ruang ICU Mini/Ruang Isolasi, dirinya masih sempat mengusap keringat dari Almarhum dan Alhamdulillah pasca melakukan Swab pada hari Jumat, sehari setelah Almarhum wafat, hasil Tes Swabnya adalah Negatif.

“Tapi sudahlah itu sudah berlalu, kedepan In Shaa Allah ada yang Allah janjikan yang lebih baik, musibah ini bukan saya katakan tidak baik, ini juga karunia dari Allah, kita di kasih ujian, pasti ada hikmahnya, supaya kita bisa naik kelas,” kata Budiyanto.

“Harapan saya kedepan, kita tidak usah terlalu takut dengan virus, karena virus itu bukan Aib, siapapun yang terpapar, kebiasaannya orang lain enggan untuk mendekat dan berkomunikasi, saya kira hal itu bukan Aib, dan kalau kita sembuh, kita sudah punya sistim kekebalan tubuh yang baik,” sambungnya lagi.

Menurut Budiyanto lagi, gelar adat To O’Bubaya Lo Loopo’ yang disematkan kepada Almarhum David Bobihoe adalah sebuah penghormatan terakhir terhadap Almarhum dan kami Keluarga Besar Bobihoe dan Jahja mengucapkan banyak terima kasih, apa yang disematkan terhadap beliau sudah sesuai dengan apa yang telah beliau lakukan semasa hidupnya, sudah banyak penghargaan demi penghargaan beliau raih semasa menjabat Kepala Daerah selama 2 periode di Kabupaten Gorontalo.

“Jadi intinya, tanpa dimintapun, beberapa anggota keluarga Almarhum telah melakukan Swab control pada Senin siang kemarin (27/07/2020), dan saya berharap Kepada Kepala Daerah dan Pimpinan lembaga lainnya yang notabene sering melakukan kunjungan ke daerah-daerah Zona Merah agar dapat juga melakukan Swab Tes, jangan cuma kami masyarakat,” ungkap Budiyanto Napu.

“Yang terakhir Kepada seluruh masyarakat Gorontalo, saya berharap bisa ikhlas melepas kepergian Almarhum menghadap Sang Khalik dan mari kita semua mendoakan Bapak David Bobihoe agar di lapangkan kuburnya, di ampuni segala dosa-dosanya dan di terima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal Alamin,” tutup Budiyanto Napu.

Tetaplah menjadi orang baik, meski sering Dihinakan, Direndahkan dan Disia-siakan.
Menjadi orang baik itu tidak ada ruginya. Nanti akan ada fasenya semua kebathilan ini terbalas, karena Tuhan Maha Adil. (0N4L/RF)