Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Sudah berulang kali dan tanpa henti-hentinya Pemerintah beserta Aparat Kepolisian dan TNI menghimbau untuk pencegahan penyebaran COVID-19, bahkan himbauan ini sampai ke pelosok Desa dan Kelurahan, baik melalui himbauan langsung maupun himbauan dari Media Cetak, Elektronik, Media Online, Media Sosial, Radio dan ribuan selebaran yang sudah dibagikan di di semua tempat ibadah dan rumah warga.
Tetapi fakta di lapangan, masih banyak warga Gorontalo yang tidak mengindahkan anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri ini, bahkan masih banyak warga yang kedapatan di jalan kumpul-kumpul sambil konsumsi Miras.
Memasuki bulan Ramadhan, beda lagi permasalahannya, Pemerintah di hadapkan pada dua pilihan dari masyarakat, yaitu sholat di rumah saja atau sholat di Mesjid, sementara kasus positif COVID-19 di Gorontalo terus bertambah dan masyarakat maunya sholat tarawih di Mesjid berjamaah yang memang wajib setiap tahun dilakukan untuk meraih pahala berlipat ganda dan meraih ridho Allah SWT.
BERITA POPULER
Terkait pemblokiran jalan kemarin malam, Camat Dumbo Raya yang sempat hadir juga di lapangan mengatakan bahwa pihak Kecamatan sudah menindaklanjuti himbauan Walikota, Camat dan Lurah sudah menyampaikan ke semua Ta’mirul Mesjid untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 ini.
“Makanya saya sudah konsultasi dengan Sekretaris Gugus Tugas COVID-19, yang penting tugas pemerintah sudah menghimbau, warga mau dengar atau tidak, kita kembalikan ke pihak Ta’mirul dan Jamaahnya, tujuan himbauan ini adalah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus COVID-19,” ungkap Camat Dumbo Raya, Sumaryadi Tone, S.STP, M.Si.
“Posisi kita cuma menghimbau sebagai bukti sayangnya pemerintah ke masyarakat, cuma kalau masyarakat tidak mahu mendengar, disaat ada yang positif bagaimana ??, nanti jangan cari Pemerintah kalau ada yang positif,” tegas, Camat lulusan STPDN ini.
Sementara itu ditempat yang sama, Kapolsek Kota Timur, IPTU Handono ChrisBudiarto, S.Sos menjelaskan bahwa apabila masyarakat tetap berkeras sholat di mesjid dipersilahkan, Kepolisian sudah melakukan himbauan tapi bukan larangan, tapi alangkah baiknya sholat saja di rumah karena situasi sekarang darurat Corona, maka kami melakukan himbauan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

“Sebenarnya pemblokiran jalan itu memang salah, makanya kita tetap memberikan himbauan kepada masyarakat dengan humanis, karena sekarang juga moment Ramadhan, makanya kita berikan himbauan secara kekeluargaan kepada Ta’mirul Mesjid dan sebagian Masyarakat, akhirnya mereka mengerti dan membuka jalan serta membubarkan diri secara tertib,” tutup Kapolsek Kota Timur ini.
informasi sebelumnya yang di dapatkan oleh awak media rekamfakta.com bahwa sesuai rencana akan di adakan rapat nanti pada hari senin lusa, sesuai berita sebelumnya :
Berita Terkait : https://rekamfakta.com/2020/04/25/terkait-pemblokiran-jalan-mayor-dullah-bhabinkamtibmas-talumolo-tidak-benar-shalat-tarawih-dibubarkan-oleh-aparat/
informasi terakhir sudah berubah jadwal, akan dimajukan pada besok, hari Minggu, Tanggal 26 April 2020. (0N4L/RF)
















