Rekamfakta.com , Gorontalo – Pihak Rumah Sakit Islam menjelaskan terkait temuan sampah medis yang ditemukan berserakan di sekitar rumah sakit, adalah kesalahan oknum petugas setempat sehingga ada satu dua buah yang tercecer. Itu murni Human Error, kata Direktur RS Islam pada Wartawan
Namun hal tersebut di tanggapi berbeda oleh Ketua LSM Jaman, franky Max Kadir, bahwa pernyataan yang dilayangkan pihak RS Islam merupakan Alibi Klasik dan sebuah bentuk kesengajaan dalam penafsiran hukum lingkungan.
“ Artinya Rumah sakit itu punya dokumen lingkungan pra konstruksi, dalam dokumen tersebut jelas, apa saja yang menjadi tanggung jawab pelaksana kegiatan, limbah yang dihasilkan apa saja, juga sistem pengelolaannya seperti apa. Kita tidak mau berdebat panjang soal ini, hanya saja saya melihat bahwa limbah medis ini wajib diperlakukan khusus, karena mengandung zat yang berbahaya bagi lingkungan sekitar, kok dianggap biasa-biasa saja. ” Ujar Franky
Franky Kadir lebih lanjut mengatakan, Jika sebuah kealpaan atau ketidaksengajaan itu tidak berdampak bagi lingkungan sekitar itu tidak masalah, namun lagi kata Franky, pihak RS Islam harus bisa membuktikannya
apa yang disampaikan oleh pihak RS Islam itu sangat subjektif, karena tidak punya parameter yang jelas.
“Ada instansi lain yang berhak menilai apalah prosedur pengelolaan limbah medisnya sudah benar dan tidak mengancam lingkungan di sekitar rumah sakit.” Tutup Franky melalui Press Rilisnya
RF/Rachmad















