Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Sejak dari H-5 menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo mendirikan Posko Pelayanan Kesehatan di seputaran Simpang Lima Telaga, dimana merupakan perbatasan paling ramai dilewati oleh pengguna jalan dan masyarakat antara Wilayah Kota Gorontalo dan Wilayah Kabupaten Gorontalo, dan lokasi Posko ini tepatnya didepan Kantor Camat Telaga.
Sekretaris PMI Provinsi Gorontalo Yusuf Puhi, S.Pd bersama Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo Yahya Djafar Ibrahim, S.Pd saat diwawancarai Awak Media mengatakan bahwa pendirian Posko ini merupakan standar operasional prosedur PMI Seluruh Indonesia, dan juga sudah menjadi program tahunan PMI, dimana setiap H-5 Lebaran Idul Fitri dan juga menjelang akhir tahun, Natal dan Tahun Baru rutin setiap tahun mendirikan Pos PMI.
“Kapasitas kita membantu Pemerintah dalam hal untuk kelancaran program, seperti untuk tahun ini program dilarang mudik, karena mobilitas daripada masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri itu kan sangat tinggi sekali, makanya kita buka Pos-Pos Pelayanan Kesehatan,” ujar Yahya.
Yahya Ibrahim menambahkan, di PMI itu sendiri tugas dan fungsi pokok dalam hal mendirikan Pos ada 3 hal pelayanan yang dibuka, Pertama adalah melaksanakan pertolongan pertama, yaitu apabila Lalu Lintas dari pada aktivitas masyarakat ini sewaktu-waktu misalnya terjadi kecelakaan, maka disitu PMI turun memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
“Kemudian yang kedua tugas kita adalah pelayanan ambulance, kesinambungan dari yang tadi pertolongan pertama, apabila dari Tim Medis kita, yaitu dokter atau perawat dan Relawan melihat ada korban yang harus dirujuk, maka pelayanan kedua kita adalah melakukan pelayanan Ambulance, jadi kita akan rujuk pasien sampai ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat,” sambungnya lagi.

Yang Ketiga adalah Pelayanan Kesehatan, PMI membuka Pelayanan Kesehatan berupa pelayanan dasar, misalnya tensi darah atau jika ada keluhan kecil, maka dokter yang siaga disitu yang akan memberikan resep dan dengan resep itu mereka akan bawa untuk di tebus di Apotik.
“Kalau kita Palang Merah mendirikan Posko itu dari H-5, yaitu dari tanggal 8 Mey 2021 sampai dengan tanggal 12 Mey kemarin, kami juga berusaha untuk pasca lebaran itu harusnya masih ada Posko, cuma kami sesuaikan juga dengan kondisi anggaran,” kata Yahya

Posko PMI untuk Pelayanan seperti ini bukan hanya ada di Provinsi, akan tetapi ada juga di Kabupaten/Kota, dan mereka biasanya bergabung dengan pos-pos yang didirikan oleh Pemerintah dan Aparat, seperti Pos Polisi yang bekerjasama dengan TNI.
“Dokter yang siaga 1 orang dibantu dengan Perawat dan Relawan yang kita bagi dalam 2 Shift, ada shift Pagi, dari jam 8 sampai dengan jam 3 sore, lalu shift malam, yaitu dari 3 sore sampai dengan jam 10 malam, dan bisa saja bertambah, kita lihat perkembangannya, dan Personil kita sekitar 20 orang untuk disini, juga ada sekitar 15 orang Di Bone Bolango kemudian juga ada 10 orang di Boalemo, Kabupaten Gorontalo juga hampir sama, semua wilayah kita bergerak,” ungkap Yahya.
Menurut Yahya sejak menjelang H-1 sampai dengan Lebaran ini, khusus untuk di wilayah yang dicover oleh PMI Provinsi Gorontalo yaitu Kecamatan Telaga dan Wilayah Kota sekitarnya, Alhamdulillah tidak ada kecelakaan lalu lintas, namun ada beberapa masyarakat sudah kurang lebih 4 orang yang dilayani dengan beberapa keluhan dasar, seperti sakit-sakit kecil dan berkonsultasi kesehatan dengan dokter yang ada di Posko PMI
“Satu lagi tambahan, kita juga PMI melaksanakan penyemprotan di tempat-tempat (Lapangan) atau mesjid- mesjid untuk pelaksanaan Idul Fitri khususnya disekitar yang terdapat pada wilayah Kabupaten/Kota, dan teman-teman Kabupaten/Kota ini sudah bergerak di masing-masing wilayah melakukan penyemprotan Desinfektan di tempat-tempat Sholat Idul Fitri khususnya Mesjid Agung yang ada di wilayah Kabupaten/Kota sebagaimana fungsi Palang Merah Indonesia yang termasuk dalam Tim Gugus Tugas sebagai bagian untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Yahya.
“Saya menyampaikan harapan Pak Ketua Ishak Liputo agar semua Masyarakat Provinsi Gorontalo dapat lebih mematuhi Protocol Kesehatan, karena corona virus Ini belum hilang, diharapkan oleh masyarakat di tengah-tengah dalam aktivitas ini baik itu menjelang dan sesudah Idul Fitri maupun pada saat pelaksanaan Silahturahmi kepada keluarga, teman dan kerabat tetap harus memperhatikan Protocol Kesehatan, sangat diutamakan memakai masker, terutama menjauhi kerumunan dan mencuci tangan,” pungkasnya. 0N4L/RF




























