Rekam Fakta, Gorontalo — Kepala Puskesmas Sipatana, Rita Bambang, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang viral di media sosial. Sebelumnya, sebuah akun Facebook bernama Yuriske Duto mengunggah video yang menuding Puskesmas Sipatana lalai memberikan pelayanan dan mengutamakan driver ambulans yang sedang bermain voli ketimbang menyelamatkan nyawa pasien, yang kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Rita menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak sesuai fakta dan perlu diluruskan agar publik mendapatkan gambaran utuh tentang situasi sebenarnya.
Rita memulai penjelasannya dengan menyampaikan bahwa pada hari kejadian, Puskesmas Sipatana sedang mengikuti rangkaian Hari Kesehatan Nasional, termasuk pertandingan bola voli yang melibatkan beberapa pegawai laki-laki, termasuk sopir ambulans.
Namun demikian, pelayanan puskesmas tetap normal dan terbuka penuh. Tenaga medis seperti dokter, perawat, dan petugas UGD tetap berada di tempat melayani masyarakat mulai pukul 08.00 hingga 15.30.
Menurut Rita, keluarga pasien berada sekitar dua kilometer dari puskesmas. Namun pasien tidak dibawa ke UGD, yang sebenarnya merupakan langkah paling cepat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kalau memang gawat, bawalah dulu ke UGD. Di sini ada dokter, ada perawat, ada UGD untuk pertolongan pertama,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa dalam situasi darurat, penanganan awal lebih penting dan lebih cepat dilakukan di UGD daripada menunggu ambulans.
Rita mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon terkait permintaan ambulans. Namun karena sopir ambulans berada di lapangan saat itu, ia menyarankan agar pasien segera dibawa ke puskesmas terlebih dahulu.
“Pemandu yang datang ke sini mengira pasien sudah di puskesmas. Setelah tahu pasien masih di rumah, ia kembali ke sana. Di situ komunikasi putus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Puskesmas Sipatana selalu memberikan akses ambulans, bahkan untuk warga yang sehat sekalipun.
“Orang sehat saja kami kasih pinjam ambulans, apalagi orang sakit. Yang jadi masalah kemarin adalah drivernya tidak ada dan komunikasinya tidak nyambung.”
Terkait video yang menuding puskesmas mengabaikan pertolongan, Rita mengatakan bahwa informasi yang beredar telah menyerang dirinya secara pribadi dan memicu persepsi negatif publik.
“Sudah menyudutkan dan menyerang pribadi. Tapi saya terima sebagai pembelajaran. Mau benar atau salah, puskesmas sering dianggap salah karena kami layanan publik.”
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak sebelum menyebarkan tudingan.
“Mari kita berpikir jernih. Jangan menyebarkan informasi sebelum tahu persoalan sebenarnya.”
Dalam upaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pihak Puskesmas Sipatana telah menjalin komunikasi dengan keluarga duka.
“Pak KTU sudah ke sana. Kami juga rapat internal dan sepakat untuk tidak memperpanjang atau terpancing oleh hal-hal yang memanas-manasi,” jelas Rita.
Rita menutup klarifikasinya dengan memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT. Semoga kita saling memaafkan dan menjadikan ini pelajaran agar komunikasi ke depan lebih baik.”
***
Kepala Puskesmas Sipatana Klarifikasi Tuduhan Kelalaian Layanan Ambulans

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Rekam Fakta, Jakarta — Menteri Tenaga Kerja, Yassierli menghadiri apel besar 17-an yang digelar Panasonic…

Rekam Fakta, Gorontalo — Aldi Andalan Uloli optimistis Gorontalo memiliki peluang besar untuk berkembang apabila…

Rekam Fakta, Gorontalo — Tokoh muda Popayato Barat, Fadel Hamzah, kembali menyoroti dugaan aktivitas Pertambangan…

Rekam Fakta, Gorontalo — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Hanura Provinsi Gorontalo dipastikan berjalan…










